Anggaran BTT Darurat Bencana Dipertanyakan, Kepling Keluhkan Koyak Kantong Pribadi Untuk Bantu Warganya Korban Banjir

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 08:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Saat Bencana Banjir Kepling yang tidak mau disebutkan namanya keluhkan uang pribadinya keluar untuk bantu korban banjir.

“Jangan lagi bang, kemaren dah pekek uang pribadiku,” saat diminta warga untuk buat tenda Dapur Umum di salah satu titik banjir Kota Medan.

Rahmadsyah aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli mempertanyakan Anggaran Biaya Tak Terduga Pemko Medan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak anakku mengungsi karena rumahnya terendam, Posko BPBD Kota Medan tak ada apalagi Posko Perempuan dan Anak, kemana Anggaran BTT Darurat Bencana Kota Medan, terakhir kami mengemis dijalan bawak Kotak minta sedekah,” ungkapnya Senin (2/12/2024)

Berdasarkan Informasi yang dihimpun awak media bahwa Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan, Muslim menyayangkan ketidaksiapan Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam menghadapi bencana banjir pada 19 kecamatan di Kota Medan yang terjadi pada 27 November 2025.

Muslim menilai, Pemko Medan tidak mampu mengeluarkan kebijakan secara cepat sehingga perangkat-perangkat kerjanya tidak bisa bergerak cepat dalam menghadirkan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh seluruh warga yang terdampak.

“Kita menilai Pemko Medan tidak siap menghadapi bencana banjir kemarin. Pemko Medan tidak langsung mengeluarkan kebijakan yang membuat mereka bergerak cepat, sehingga Pemko Medan terkesan lambat dalam memberikan kebutuhan masyarakat yang terdampak bencana tersebut,” ucap Muslim kepada awak media, Minggu (30/11/2025) sore.

Sebagai contoh, kata Muslim, selayaknya Pemko Medan melalui pihak kecamatan, kelurahan hingga kepala lingkungan langsung menyiapkan dapur umum di setiap tempat pengungsian begitu bencana terjadi. Namun faktanya, ada sangat banyak tempat pengungsian yang tidak memiliki dapur umum. Alhasil, banyak warga di lokasi pengungsian yang kelaparan menunggu datangnya bantuan makanan.

Baca Juga :  Pasca Banjir, Natal Jelang Tahun Baru, Uang Sertifikasi Guru P3K Tahap 1 Belum Cair, Pemko Medan Di Minta Gunakan Hati Nurani

“Misalnya di Medan Marelan, itu banyak tempat pengungsian yang tidak punya dapur umum. Seharusnya sejak awal Pemko Medan menginstruksikan Camat, Lurah dan Kepling untuk membuat dapur umum di setiap lokasi pengungsian. Kalau hanya menunggu datangnya makanan dari Pemko Medan, itu jelas sangat lambat, sementara warga yang terkena bencana sudah kelaparan,” ujar wakil rakyat dari Medan Utara itu.

Dijelaskan Muslim, akses menuju lokasi pengungsian sudah terputus akibat tingginya banjir, hal itu pun menyebabkan sulitnya bantuan makanan tiba di lokasi pengungsian.

“Kalau ada dapur umum didirikan di setiap lokasi pengungsian, tentunya warga tidak lagi hanya berharap datangnya bantuan makanan. Harusnya ketersediaan dapur umum itu disiapkan sejak awal, karena cuaca ekstrem ini juga sudah diingatkan sejak awal oleh BMKG. Bayangkan banjir terjadi 27 November, tapi banyak warga yang baru kemarin (29/11) dapat bantuan nasi bungkus sudah terlambat,” jelasnya.

Dijelaskan Muslim, Pemko Medan seharusnya segera mengeluarkan kebijakan dan bergerak cepat begitu bencana terjadi tanpa terlalu kaku dengan mekanisme dan birokrasi yang ada. Apalagi, bencana banjir di Kota Medan merupakan bagian dari bencana nasional dan telah disematkan status Tanggap Darurat Bencana.

“Kita kan punya anggaran BTT (Belanja Tidak Terduga), anggaran itu kan memang disiapkan untuk keperluan darurat seperti bencana banjir ini. Bayangkan bagaimana sengsaranya warga yang terkena banjir kemarin, khususnya warga di Medan Utara. Sudah lah sulit mendapatkan makanan, tiga hari listrik padam, tiga hari tidak ada air bersih, akses telepon dan internet pun tidak ada,” cetusnya.

Selain itu, Muslim juga menilai lemahnya pelayanan kesehatan yang disiapkan Pemko Medan pasca terjadinya bencana. Sementara, ada cukup banyak warga yang jatuh sakit akibat bencana banjir yang terjadi.

Baca Juga :  Wakil Bupati Tapanuli Tengah Membuka Kegiatan Gerakan Pangan Murah Se-Kabupaten Tapanuli Tengah

“Jangan Pemko Medan berfikir surut banjir ini lalu selesai masalah, justru penanganan pasca banjir ini sangat penting. Utamanya soal kesehatan masyarakat pasca banjir, sebab ada banyak warga yang sakit akibat bencana banjir ini. Saya melihat, cukup lemah layanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat pasca banjir ini,” katanya.

Muslim mengatakan, seharusnya Pemko Medan melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan secara gratis kepada seluruh warga yang terdampak. Dengan begitu, jumlah masyarakat yang jatuh sakit akibat bencana banjir tidak terus bertambah.

“Anak-anak banyak yang demam, bayangkan mereka tiga hari di tempat pengungsian, dingin, susah tidur. Pemko Medan seharusnya membuka posko layanan kesehatan di setiap lokasi yang terdampak banjir. Jangan hanya tunggu puskesmas, tetapi libatkan banyak rumah sakit yang ada di Kota Medan. Ini kan situasi Tanggap Darurat Bencana, harus ada langkah ekstra,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng
Sinergitas Pengelolaan Pajak, Wali Kota Tanjungbalai Terima Audiensi Kepala KPP Pratama Kisaran.
Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan
Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Langsung Pembangunan Tanggul Sungai Badiri dan Aek Pintu Bosi Hutanabolon
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:18 WIB

Wakil Bupati Tapteng Tepung Tawari dan Upah-upah 55 orang Calon Haji/Hajjah Tapteng

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 07:01 WIB

Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre

Selasa, 14 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh

Berita Terbaru