H-18 Idulfitri, 204 Huntara di Pante Labu Belum Rampung: Warga Tiga Bulan Bertahan di Tenda, Pangan Kian Kritis

- Jurnalis

Rabu, 4 Maret 2026 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.id I Aceh (Timur) – Aceh Timur – Tiga bulan setelah banjir menerjang Kabupaten Aceh Timur pada 26 November 2025, ratusan warga Dusun Bahagia, Desa Pante Labu, Kecamatan Pante Bidari, masih bertahan di tenda darurat. Hingga H-18 menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, sebanyak 204 unit hunian sementara (huntara) dilaporkan belum satu pun rampung dan dapat ditempati.

Ketua Aliansi Pers Rehab Rekon Pascabanjir Aceh, Masri, menyatakan kondisi tersebut membuat masyarakat terpaksa menjalani Ramadan dalam keterbatasan, di tengah cuaca panas dan kondisi tenda yang tidak layak huni.

“Jika pembangunan huntara tidak segera diselesaikan, kami memperkirakan masyarakat bisa saja bertahan hingga Hari Raya Idulfitri mendatang dalam kondisi seperti ini,” ujar Masri, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, harapan warga untuk menempati hunian sementara sebelum Lebaran belum juga terwujud. Hingga memasuki hari ke-12 Ramadan, para pengungsi masih tinggal di tenda darurat dengan fasilitas terbatas.

“Jangan sampai pemerintah hanya menjadi pemberi harapan palsu. Masyarakat berharap bisa menempati huntara pada bulan Ramadan ini,” tegasnya.

Di lokasi pengungsian, kondisi warga disebut semakin memprihatinkan. Saidah, salah seorang warga terdampak, mengaku telah tinggal lebih dari tiga bulan di tenda bersama dua keluarga, termasuk anak dan cucunya.

“Selama pascabanjir, saya hidup seadanya. Untuk beras ada, tapi lauk pauk seperti ikan dan sayur tidak ada. Buka puasa hanya dengan sirup merah,” ujarnya.

Ia juga mengeluhkan kondisi kesehatan anaknya yang kerap mengalami demam sejak tinggal di pengungsian.

“Anak saya sering demam, sebentar-sebentar sakit. Dalam tenda sangat panas, tidak bisa tidur dengan nyaman,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Maulina, warga lainnya yang tinggal bersama tujuh anggota keluarganya dalam satu tenda. Ia mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari dan menjaga kondisi kesehatan keluarga di tengah situasi pengungsian yang berkepanjangan.

BACA SELENGKAPNYA:  Akibat Putusnya Jalan 1 Unit Mobil Terjebak Jalan Desa Sihaporas

Warga berharap Pemerintah Aceh segera mempercepat pembangunan hunian sementara agar mereka dapat merayakan Idulfitri di tempat yang lebih layak.

Terlambatnya pembangunan huntara juga dibenarkan oleh Keuchik Gampong Pante Labu, Muchlis. Ia menyebut hingga saat ini belum satu pun unit huntara yang bisa dihuni.

“Belum satupun huntara yang bisa ditempati karena lambatnya pengerjaan oleh rekanan. Padahal warga berharap memasuki bulan puasa sudah bisa berlindung di tempat yang layak,” ujarnya.

Situasi ini menambah daftar persoalan pascabanjir di Aceh Timur yang belum sepenuhnya tertangani. Warga mendesak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk lebih fokus pada percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, khususnya penyediaan hunian sementara dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.

Redaksi masih berupaya mengonfirmasi pihak rekanan dan instansi terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai progres pembangunan huntara tersebut.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan
Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 
Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan
Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik
BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut
Warga Sibabangun Lingkungan Dua Keluhkan Kerusakan Bendungan akibat Banjiir Bandang
Warga Desa Sihapas Juga Warga Desa Lumut Nauli,Mengharapkan Perhatian Pemerintah Tapteng Membangun Kembali Jembatan yang Ambruk Akibat Terjangan Banjir
Masyarakat Butuh Perhatian Pemerintah, Jembatan Penghubung Antar Dua  Desa Sangat Dibutuhkan Masyarakat Sehari-harinya
Berita ini 7 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 15 Mei 2026 - 21:43 WIB

Polresta Bandung Hadir Untuk Masyarakat Melalui Jumat Berkah, Ratusan Warga Ikuti Makan Gratis dan Cek Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:58 WIB

Polsek Cikalong Wetan Laksanakan Pengamanan Ibadah Kenaikan Isa Al-Masih di Gereja Shalom Penta Kosta 

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:02 WIB

Korban Berharap Polisi Segera Ungkap Pembobolan Salah Satu Rumah Kediaman Wartawan

Selasa, 28 April 2026 - 15:14 WIB

Ratusan Korban Terdampak Banjir Desa Aek Horsik

Sabtu, 25 April 2026 - 14:39 WIB

BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dan Masyarakat Berhasil Evakuasi Korban Hanyut

Tajuk Populer