Majalahceo.id l Medan – Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) mengecam keras pernyataan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono yang menyebut wartawan sebagai salah satu penyebab maraknya kasus keracunan akibat mengkonsumsi Makan Gizi Gratis (MBG) di media sosial.
Rahmadsyah Aliansi Wartawan Sumatera Utara mengatakan, pernyataan Sudaryono sebagai bentuk kepanikan karena tidak mampu mengatasi masalah MGB, salah satunya adalah keracunan yang menyebabkan sekitar 50 ribu pelajar mengalami keracunan usai menyantap MBG di berbagai provinsi.
“AWAS mengecam keras pernyataan Sudaryono yang menyebutkan bahwa wartawan sebagai salah pihak yang ikut andil meramaikan kasus MBG di media sosial,” kata AWAS dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pernyataan mantan Wakil Menteri Pertanian tersebut adalah bentuk penghinaan kepada wartawan.
“Saya menilai, tuduhan tersebut jelas melukai, menghancurkan, bahkan merendahkan profesi wartawan yang bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik,” kata Rahmad
Oleh karena itu, AWAS menuntut Sudaryono untuk mencabut pernyataan yang menyesatkan tersebut.
“AWAS, juga minta Sudaryono untuk mengklarifikasi sekaligus meminta maaf kepada wartawan atas pernyataannya,” tegas Rahmad.
Rahmad juga mengatakan bahwa Bahwa banyak Mitra SPPG yang terima Insentif tapi Dapurnya menyalahi Jukhnis.
“Mitra SPPG dan Antek antek semakin memperkaya diri, dapurnya menyalahi Jukhnis tapi dibayarkan Insentifnya oleh BGN,” pungkasnya.
Sebelumnya, Sudaryono menyebut secara keseluruhan program MNG tidak bermasalah. Ia menilai ramainya isu mengenai MNG di media sosial dipengaruhi oleh sejumlah pihak, mulai dari guru, orang tua siswa, wartawan hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM)
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.