Korban TPPO Cari Keadilan, “Mengemis” Perjalanan Dinas, Alasan Efisiensi Anggaran Tapi Dinas DP3 -PMPKB Kota Medan Bisa Buat Acara Di Hotel

- Jurnalis

Kamis, 25 Desember 2025 - 03:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Mengemis perjalanan dinas untuk mengusut korban TPPO itu sangat memprihatinkan.

Padahal, seharusnya pemerintah lebih proaktif dalam menangani kasus-kasus seperti ini.

– Tuntut transparansi: Minta pemerintah menjelaskan langkah-langkah yang telah diambil untuk mengusut kasus TPPO.
– Dukung korban: Berikan dukungan kepada korban TPPO dan keluarga mereka.
– Meminta pemerintah untuk lebih serius menangani kasus TPPO.

“Semoga korban TPPO bisa mendapatkan keadilan,” ungkap Rahmadyah dari Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) Kota Medan.

Lanjut Rahmad mengatakan di saat dirinya mengadu terkait TPPO alasannya efisiensi anggaran.

“Kenapa kita mengadu dibilang efisiensi anggaran tapi di sisi laiin bisa mereka Dinas DP3 -PMPKB Kota Medan bisa buat acara di Hotel,” katanya.

Sebelumnya Anak di bawah umur kembali menjadi target sindikat tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Melalui media sosial, pelaku menawarkan pekerjaan di Pekanbaru dengan iming-iming gaji menggiurkan per bulannya.

Pihak Kepolisian di Pekanbaru berhasil memulangkan satu orang korban dugaan TPPO tapi tidak menangkap pelaku.

Sedangkan anak dibawah umur di Medan berhasil melarikan diri dari penyekapan di Pekanbaru.

Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) Akan Berangkat Ke Pekanbaru Bongkar Dugaan TPPO Korbannya Anak Medan

“Rencananya kita akan berangkat ke Pekanbaru, menelusuri kasus TPPO yang korbannya anak dari rekan jurnalis yang tinggal di medan,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025)

Satgas PPA Kecamatan Medan Area kunjungi Korban Tindak Pidana Perdagangan Orang di Jalan Seto Kelurahan Tegal Sari Kecamatan Medan Area.

Tampak Deliana dan Aidil Satgas PPA mengambil data korban TPPO

Sebelumnya Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ternyata selama ini lebih banyak dari yang telah terlaporkan. Hal ini bukan saja disebabkan oleh takutnya korban untuk melaporkan kekerasan yang dialami, namun juga karena sulitnya akses dalam mencapai layanan pengaduan dan kurangnya informasi yang dimiliki perempuan dan anak untuk mengadukan kasus kekerasan yang mereka alami. Oleh karenanya, Negara, melalui Dinas PPPA ataupun UPTD PPA berusaha menghadirkan diri sedekat mungkin dengan masyarakat. Namun karena berbagai keterbatasan, Pemerintah/Pemda mendorong peran serta masyarakat untuk membantu dalam penanganan perempuan dan anak korban kekersan, diantaranya melalui Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (SATGAS PPA). Satgas PPA berperan untuk membantu dalam mencegah, menjangkau, dan mengidentifikasi kasus kekerasan perempuan dan anak.

BACA SELENGKAPNYA:  ALMISBUN Bisa Sebagai Mitra Kebun Plasma Perusahaan Sawit di Tapteng

“Kebutuhan perempuan dan anak korban kekerasan harus mendapatkan perhatian, baik itu penanganan pengaduan, pelayanan kesehatan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, dan reintegrasi sosial. Walaupun Dinas PPA (UPTD PPA) telah menyediakan layanan bagi korban kekerasan, namun pada umumnya penanganan kasus tersebut terkadang tidak dilakukan penjangkauan dan identifikasi sehingga layanan tidak sesuai dengan kebutuhan korban. SATGAS PPA hadir untuk membantu dalam perlindungan perempuan dan anak korban kekerasan, diantaranya melalui penjangkauan korban, identifikasi kasus, perlindungan di lokasi kejadian, pengungsian sementara, serta melakukan rekomendasi,” pungkas Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Peduli Sumatera Utara

SATGAS PPA merupakan relawan yang menjadi mitra pemerintah untuk membantu dalam perlindungan perempuan dan anak. Mereka berasal dari unsur masyarakat, yakni keluarga, LSM, TOGA, TOMA, Ormas, tokoh adat, pengacara, psikolog, tenaga kesehatan, dan psikiater. Dalam menyelamatkan korban, SATGAS PPA tidak sekadar menempatkan korban ke tempat yang aman, namun juga memantau perkembangan perempuan dan anak korban kekerasan dengan cara melakukan kunjungan ke tempat aman atau melalui sarana komunikasi.

“Peran SATGAS PPA dalam menangani perempuan dan anak korban kekerasan. Hal ini merupakan wujud tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak bagi korban. Banyak kendala yang kami hadapi sehingga kami menjadi kurang tanggap atas kasus, kehadiran Satgas PPA menjadi “penyambung/penghubung” antara masyarakat dengan Dinas,” pungkasnya.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Warga Medan Di Tahan 11 Bulan Oleh Imigrasi Sumut, LHP Ombudsman RI Sumut Sebut Mal Administrasi, Walikota Dan DPRD Medan Di Minta Bertindak
PSN Bendungan Lau Si Meme Tak Mampu Atasi Banjir Di Kota Medan, Warga: Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya
Giat Kapolsek Medan Baru Bersama Lurah Madras Hulu, Sholat Subuh Berjamaah Di Lanjutkan Gotong Royong Di Halaman Parkiran Masjid Agung
Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan
Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang
Kado Pahit Di Hari Ultah, Aksi “Buka Baju” Ketua FPAN Protes Ke PLN Hingga Info Pasutri Meninggal Dampak Pemadaman Listrik Oleh PLN
Dukung “Medan Asri Bergerak”, Lurah Madras Hulu Adakan Gotong Royong Masal Bersih Lingkungan
Medan Asri Bergerak Wujudkan Medan Bersih, Hijau, Rapi Dan Berkelanjutan Hanya Untuk Kebutuhan Konten Rico Waas, Faktanya?

Baca Juga

Senin, 8 Juni 2026 - 16:18 WIB

Warga Medan Di Tahan 11 Bulan Oleh Imigrasi Sumut, LHP Ombudsman RI Sumut Sebut Mal Administrasi, Walikota Dan DPRD Medan Di Minta Bertindak

Minggu, 7 Juni 2026 - 16:36 WIB

PSN Bendungan Lau Si Meme Tak Mampu Atasi Banjir Di Kota Medan, Warga: Lancar Proyeknya, Banjir Kotanya

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:39 WIB

Giat Kapolsek Medan Baru Bersama Lurah Madras Hulu, Sholat Subuh Berjamaah Di Lanjutkan Gotong Royong Di Halaman Parkiran Masjid Agung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:05 WIB

Blackout Sumatera, Beban Rakyat Bertambah, Genset Dan Sanyo, Krisis Air Bersih di Medan, Direksi Tirtanadi Gak Punya Terobosan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 18:50 WIB

Proyek BRT Korbankan Ribuan Pohon, Komisi IV DPRD Medan Pertanyakan Keberadaan Pohon Yang Di Tebang

Tajuk Populer