Penebangan Ribuan Pohon Pelindung Di Kota Medan Demi Proyek BRT Timbulkan Kerugian Ekologis Dan Ekonomi

- Jurnalis

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek BRT di Jalan Sisingamangaraja yang membuat kemacetan dan mengorbankan Pohon sebagai paru paru dunia di Kota Medan (Dok-Foto)

Proyek BRT di Jalan Sisingamangaraja yang membuat kemacetan dan mengorbankan Pohon sebagai paru paru dunia di Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana, menjelaskan penebangan ribuan batang pohon di sejumlah badan jalan guna mendukung pembangunan proyek BRT Mebidang.

“Perusahaan yang melakukan penebangan itu kontraktor pelaksana BRT oleh Kementerian, bukan Pemko Medan. Ada sekitar 2.700-an pohon di Kota Medan yang ditebang,” ucap Melvi, Rabu (13/5/2026).

Rahmadsyah Aktifis Lingkungan dan Sosial mengatakan bahwa Penebangan Ribuan pohon pelindung di dalam kota demi kepentingan Proyek BRT tidak hanya merusak lingkungan tetapi juga menimbulkan kerugian materiil bagi negara.

Pohon-pohon ini memiliki fungsi vital sebagai paru-paru kota, penyerap karbon, dan peneduh.

Penebangan pohon secara berlebihan, termasuk pohon pelindung, dapat memicu banjir dan mengurangi kemampuan penyerapan air hujan.Pentingnya Pohon Pelindung: Pohon pelindung seperti mahoni adalah bagian dari paru-paru kota, sehingga penebangannya harus melalui prosedur yang sah agar tidak merusak ekosistem.Kesimpulan: Penebangan ribuan pohon pelindung tanpa izin berpotensi menimbulkan kerugian material bagi negara dan berdampak buruk bagi lingkungan hidup.

Selain Fungsi Ekologis, Pohon Pelindung Dalam Kota Memiliki Nilai Ekonomi

Ternyata Ada Kerugian Negara Terkait Penebangan Ribuan Pohon Demi Proyek BRT

Ribuan Pohon Pelindung yang di tebang demi kepentingan Proyek BRT yang selama ini ditanam dan dirawat oleh Pemko Medan merupakan aset daerah atau aset negara yang memiliki nilai ekonomi.

Anggaran (Efisiensi): Pohon pelindung mampu menghemat anggaran pemerintah dalam jangka panjang.

Fungsi ekologisnya, seperti menyerap air, mencegah banjir, dan menurunkan suhu mikro, mengurangi biaya mitigasi bencana yang harus dikeluarkan pemerintah.

Aset Tetap/Modal: Dalam konteks akuntansi pemerintahan, pohon dapat dikapitalisasi sebagai aset tetap karena merupakan sumber daya yang dikuasai akibat peristiwa masa lalu (penanaman) dan memberikan manfaat ekonomi di masa depan.

BACA SELENGKAPNYA:  Ada Apa? Pemko Medan Dan BWSS II "Tutup Mata" Terhadap Tindak Pidana Lingkungan Oleh City View Yang Menyebabkan Banjir

Nilai Ekologis dan Produksi: Pohon pelindung seringkali merupakan jenis pohon kayu yang memiliki nilai ekonomi tinggi, selain memberikan manfaat konservasi (menjaga keseimbangan ekosistem).

Mitigasi Perubahan Iklim: Pohon pelindung bertindak sebagai penyerap karbon (mitigasi perubahan iklim) yang berharga dalam pelestarian lingkungan.Dengan demikian, perlindungan terhadap pohon-pohona ini—seperti mencegah penebangan liar di tepi jalan—merupakan upaya menjaga nilai aset daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT
Beban Ganda Buruh Perempuan, Kado Pahit May Day 2026, Upah Murah Dan MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram Di Kota Medan
Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?
Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line
Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk
Keberadaan Tambang Jadi Sorotan, Warga Dairi Bersama Kelompok Masyarakat Kecam Berlanjutnya Aktivitas PT DPM
PAD Kota Medan Bocor, Harta Kekayaan Rico Waas Naik Rp 1,6 M di Tahun Pertama Menjabat Walkot Medan
Di Pimpin Langsung Oleh Noor Alfi Pane AP, Lurah Madras Hulu GASPOL Di Taman Beringin Kota Medan
Berita ini 6 kali dibaca

Baca Juga

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:51 WIB

Penebangan Ribuan Pohon Pelindung Di Kota Medan Demi Proyek BRT Timbulkan Kerugian Ekologis Dan Ekonomi

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:27 WIB

DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:48 WIB

Beban Ganda Buruh Perempuan, Kado Pahit May Day 2026, Upah Murah Dan MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram Di Kota Medan

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:53 WIB

Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:43 WIB

Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk

Tajuk Populer