AMPIBI Akan Gelari Aksi Rutin Mimbar Orasi, “Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Upah Murah Dan Zona Merah K3”, Ini Tuntutannya

- Jurnalis

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) masukkan surat demo ke Bapenda Kota Medan (Dok-Foto)

Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI) masukkan surat demo ke Bapenda Kota Medan (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Aliansi Masyarakat Akan Menggelar Aksi Demo Rutin di Kantor Walikota Medan, Aksi ini dinamakan Aksi Rutin Mimbar Orasi, “Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Upah Murah Dan Zona Merah K3”,

Aksii ini akan di mulai pada hari Senin hingga Kamis, 18 sampai dengam 21 Mei 2026.

Kepada Yth:

1. Bapak Presiden Republik Indonesia.
2. Bapak Mentri Tenang Kerja Republik Indonesia.
3. Bapak Mentri Lingkungan Hidup Republik Indonesia.
4. Ketua DPRD Sumut
5. Bapak Gubernur Sumut
6. Bapak Kapolda Sumut
7. Bapak Walikota Medan
Di Tempat

*PERNYATAAN SIKAP*
*ALIANSI MASYARAKAT PEDULI BURUH INDONESIA (AMPIBI)*

Kami, Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia (AMPIBI), menyatakan sikap tegas atas 7 tuntutan yang kami sampaikan dalam Aksi 18 – 21 Mei 2026 di Kota Medan:

*1. Mendukung Penuh Penghapusan Outsourcing dan Pembentukan Satgas PHK*
Kami mendukung program kerja Presiden RI untuk menghentikan praktik outsourcing yang merugikan buruh. Satgas PHK harus dibentuk dan bekerja nyata untuk mencegah pemutusan hubungan kerja sepihak serta menjamin hak pesangon buruh terpenuhi. Kesejahteraan upah bukan lagi wacana, harus naik sesuai kebutuhan hidup layak di Kota Medan.

*2. Tegakkan K3 sebagai Hak Dasar Buruh*
Keselamatan dan Kesehatan Kerja bukan biaya, tapi hak dasar setiap pekerja. Kami mendukung penuh program kerja Menteri Ketenagakerjaan RI dan menuntut agar setiap perusahaan di Medan menerapkan standar K3 tanpa kompromi. Nyawa buruh tidak bisa ditukar dengan target produksi.

*3. Walikota Medan Harus Bertindak Konkret*
Kami mendesak Walikota Medan segera membentuk Satgas PHK Kota Medan dan Dewan K3 Kota Medan. Tindakan terhadap perusahaan yang menerapkan upah murah dan melanggar hak buruh harus dilakukan sekarang, bukan ditunda-tunda. Medan tidak boleh jadi surga bagi pengusaha nakal.

BACA SELENGKAPNYA:  Di Duga Kawasan Pengembangan Marindal City (M City) Belum Miliki HGB Dari BPN

4. Pemerintah harus mengecek dan memastikan bahwa Efisiensi yang dibuat dan di putuskan Perusahaan telah sesuai dengan aturan Hukum.

*5. Audit Ketat SMK3 dan PJK3 di Seluruh Perusahaan*
Lingkungan kerja yang aman hanya bisa terwujud jika SMK3 dan PJK3 diaudit secara transparan dan independen. Kami menuntut audit menyeluruh terhadap pengelolaan limbah, AMDAL, dan Andalalin di setiap perusahaan. Jangan biarkan perusahaan lolos dengan laporan fiktif.

*6. Usut Tuntas Dugaan Kebocoran PAD Kota Medan*
Kami menuntut transparansi dan audit terhadap dugaan kebocoran Pendapatan Asli Daerah dari Pajak Air Bawah Tanah, reklame hotel, restoran, parkir, dan sektor lainnya. Uang rakyat harus kembali untuk rakyat, bukan hilang di tengah jalan.

7. Setop Penebang Ribuan Pohon di Kota Medan demi kepentingan Proyek.

*Penutup*
Aksi ini bukan sekadar seremonial. Kami akan mengawal 7 tuntutan ini sampai ada jawaban dan tindakan nyata dari pemerintah pusat, Pemprov Sumut, dan Pemko Medan. Jika tuntutan buruh diabaikan, maka perlawanan akan terus berlanjut.

*Hidup Buruh! Hidup Rakyat!*
Medan, 18 Mei 2026
*Aliansi Masyarakat Peduli Buruh Indonesia – AMPIBI*

Kordinator Aksi :

1. Johan Merdeka
2. Awaluddin Pane
3. Rahmadsyah
4. Izhar Daulay
5. Pingki Karsizu

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Netizen Patah Hati, Puluhan Tahun Merdeka, Tapi Masih Ada Viral Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit Di Tapsel – Sumut
Pansus Aset DPRD Medan Sidak Ke Cambridge Dan Sun Plaza, AMPIBI Sebut Ada Dugaan Kebocoran PAD
Penebangan Ribuan Pohon Pelindung Di Kota Medan Demi Proyek BRT Timbulkan Kerugian Ekologis Dan Ekonomi
DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT
Beban Ganda Buruh Perempuan, Kado Pahit May Day 2026, Upah Murah Dan MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu per Kilogram Di Kota Medan
Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Emak – Emak Buruh Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 Ribu, Rico Waas Ngapain Aja?
Dua Korban Tertimbun Reruntuhan Besi Tua di Kawasan Bekas PT Gahapi, Polisi, Dewan K3 Dan Disnaker Sumut Di Minta Usut Dan Pasang Police Line
Di Saat Rico Waas Walikota Medan Hartanya Bertambah, Nasib Guru Honorer Pemko Medan di Ujung Tanduk
Berita ini 7 kali dibaca

Baca Juga

Jumat, 15 Mei 2026 - 12:19 WIB

AMPIBI Akan Gelari Aksi Rutin Mimbar Orasi, “Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Upah Murah Dan Zona Merah K3”, Ini Tuntutannya

Kamis, 14 Mei 2026 - 21:20 WIB

Netizen Patah Hati, Puluhan Tahun Merdeka, Tapi Masih Ada Viral Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit Di Tapsel – Sumut

Kamis, 14 Mei 2026 - 19:55 WIB

Pansus Aset DPRD Medan Sidak Ke Cambridge Dan Sun Plaza, AMPIBI Sebut Ada Dugaan Kebocoran PAD

Kamis, 14 Mei 2026 - 16:51 WIB

Penebangan Ribuan Pohon Pelindung Di Kota Medan Demi Proyek BRT Timbulkan Kerugian Ekologis Dan Ekonomi

Kamis, 14 Mei 2026 - 14:27 WIB

DLH Medan Jangan Omon Omon, Aktifis Lingkungan Minta Pembuktian Ribuan Pengganti Pohon Yang Di Tebang Akibat Proyek BRT

Tajuk Populer