Demi Ambisi Proyek BRT, Ribuan Pohon Di Tebang, WALHI Sumut Sebut Medan Krisis RTH, Pemko Medan Tak Miliki Sensitifitas Kondisi Ekologi

- Jurnalis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohon yang telah di tebangi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Kota Medan demi proyek BRT (Dok-Foto)

Pohon yang telah di tebangi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Kota Medan demi proyek BRT (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Rencana penebangan sekitar 2.700 batang pohon di sejumlah ruas jalan Kota Medan untuk mendukung pembangunan halte dan jalur Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang menuai sorotan tajam dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sumatera Utara.

Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memperparah krisis ruang terbuka hijau (RTH) dan persoalan lingkungan di ibu kota Sumut.

Tim Kampanye WALHI Sumut, Maulana Siddiq, menilai penebangan pohon di sepanjang Jalan Sisingamangaraja menunjukkan lemahnya sensitivitas pemerintah terhadap kondisi ekologis Kota Medan yang dinilai semakin rentan.

Menurutnya, kawasan yang akan dibangun halte BRT merupakan bagian dari ruang terbuka hijau yang semestinya dijaga, bukan justru dikorbankan demi proyek infrastruktur.

“Penebangan pohon ini jelas bermasalah. Kita bicara tentang wilayah yang seharusnya menjadi RTH, sementara Kota Medan sendiri masih kekurangan ruang terbuka hijau dan belum memenuhi kuota sebagaimana diamanatkan regulasi,” ujar Maulana, Jumat (15/5/2026).

Ia menegaskan, pembangunan transportasi publik memang penting untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan layanan mobilitas warga. Namun, kata dia, pembangunan tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan fungsi ekologis kota.

“Kebijakan ini terlihat tumpang tindih. Pemerintah ingin mendorong transportasi publik yang modern, tetapi di saat yang sama justru mengurangi ruang hijau yang menjadi penyangga lingkungan perkotaan,” katanya.

WALHI juga mengingatkan bahwa keberadaan pohon dan RTH memiliki fungsi vital dalam menyerap air hujan, menekan limpasan air, menurunkan suhu kota, hingga membantu mengendalikan banjir yang selama ini menjadi persoalan berulang di Medan.

“Pohon bukan sekadar elemen penghijauan. Ini bagian dari sistem ekologis kota. Kalau terus dikurangi, maka risiko banjir dan penurunan kualitas lingkungan akan semakin besar,” tegasnya.

BACA SELENGKAPNYA:  Jelang Bulan K3 2026, PAKKI Minta PPNS Sidak Pekerjaan Di BUMN Yang Ada Di Wilayah Sumut Terkait Sertifikasi K3

Kajian Tata Ruang

Selain dampak lingkungan, WALHI mempertanyakan aspek legalitas dan kajian tata ruang dalam proyek tersebut. Maulana meminta pemerintah membuka secara transparan dokumen kajian lingkungan dan dasar izin penebangan pohon.

“Kami mempertanyakan apakah sudah ada kajian tata ruang yang komprehensif dan izin resmi penebangan. Jangan sampai proyek strategis dijalankan tanpa dasar yang jelas dan akuntabel,” ujarnya.

WALHI Sumut juga mendesak pemerintah mencari alternatif lokasi pembangunan halte yang tidak mengorbankan RTH. Menurut mereka, pembangunan transportasi massal seharusnya dapat berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan.

“Kalau memang halte itu mendesak, cari titik lain yang tidak mengharuskan penebangan pohon. Jangan setiap proyek pembangunan selalu menjadikan ruang hijau sebagai korban,” katanya.

Tak hanya itu, WALHI menilai skema penggantian pohon tidak cukup hanya sebatas penanaman simbolis. Pemerintah dan kontraktor diminta memastikan penggantian benar-benar mampu memulihkan fungsi ekologis yang hilang.

“Kalau pun harus ditebang, penggantiannya harus terukur dan setara secara ekologis. Jangan hanya mengejar angka penanaman, tapi fungsi lingkungannya tidak kembali,” ucap Maulana.

Klaim Sesuai Kesepakatan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Melvi Marlabayana Girsang, sebelumnya mengungkapkan penebangan dilakukan untuk mendukung proyek BRT Mebidang yang dikerjakan kontraktor pelaksana dari pemerintah pusat.

“Perusahaan yang melakukan penebangan merupakan kontraktor pelaksana proyek BRT dari kementerian, bukan Pemko Medan. Ada sekitar 2.700 pohon yang terdampak,” kata Melvi, Rabu (13/5/2026).

Ia memastikan penebangan dilakukan berdasarkan kesepakatan bersama dan akan diikuti program penggantian pohon dalam jumlah lebih besar.

“Kontraktor wajib mengganti sekitar 61.000 pohon yang akan ditanam tersebar di seluruh Kota Medan, bukan hanya di badan jalan,” ujarnya.

Menurut Melvi, penanaman pohon pengganti ditargetkan terealisasi dalam satu tahun ke depan. Selain itu, kontraktor juga diwajibkan melakukan pemeliharaan pohon selama masa tertentu agar pertumbuhan tanaman tetap terjaga.

BACA SELENGKAPNYA:  Dishub Medan Di Minta Libatkan DK3P Sumut Dalam Pemberdayaan Masyarakat, Petugas Juru Parkir Berkeselamatan

DLH juga menyebut tidak seluruh pohon ditebang karena sebagian telah direlokasi, terutama pohon yang masih muda dan dinilai memungkinkan untuk dipindahkan.

“Sebenarnya ada ratusan pohon yang direlokasi. Jadi tidak semuanya ditebang. Upaya penanganannya tetap mempertimbangkan aspek lingkungan,” dalih Melvi.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

AMPIBI Kecam Rico Waas Perjalanan Dinas Keluar Negeri Di Saat Buruh Perempuan Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 ribu Dan Upah Murah
Aspirasi Bukan Provokatif, Satpol PP Kota Medan Bersikap Represif Terhadap Masyarakat Yang Bersikap Kritis Terkait Bocornya PAD
Syam Purba Fungsionaris DPD Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia/APPSI Sumut Apresiasi Ketua DPRD Medan Yang Hadir Dan Tinjau Lokasi Pedagang Pasar Aksara Baru
Apresiasi Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan Terhadap Ketua DPRD Medan Yang Peduli Terhadap Pedagang Saat Tinjau Lokasi Pasar Aksara Baru
Sun Plaza Biang Kemacetan Kota Medan, AMPIBI Akan Demo Sun PLaza Soroti Dua Arah Dan Andal Lalin
AMPIBI Akan Gelari Aksi Rutin Mimbar Orasi, “Medan Sedang Tidak Baik Baik Saja, Upah Murah Dan Zona Merah K3,” Ini Tuntutannya!
Netizen Patah Hati, Puluhan Tahun Merdeka, Tapi Masih Ada Viral Wanita Hamil Ditandu 7 Jam ke Rumah Sakit Di Tapsel – Sumut
Pansus Aset DPRD Medan Sidak Ke Cambridge Dan Sun Plaza, AMPIBI Sebut Ada Dugaan Kebocoran PAD
Berita ini 10 kali dibaca

Baca Juga

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:51 WIB

Demi Ambisi Proyek BRT, Ribuan Pohon Di Tebang, WALHI Sumut Sebut Medan Krisis RTH, Pemko Medan Tak Miliki Sensitifitas Kondisi Ekologi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:16 WIB

AMPIBI Kecam Rico Waas Perjalanan Dinas Keluar Negeri Di Saat Buruh Perempuan Menjerit, MinyaKita Tembus Rp 22 ribu Dan Upah Murah

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:08 WIB

Aspirasi Bukan Provokatif, Satpol PP Kota Medan Bersikap Represif Terhadap Masyarakat Yang Bersikap Kritis Terkait Bocornya PAD

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:28 WIB

Syam Purba Fungsionaris DPD Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia/APPSI Sumut Apresiasi Ketua DPRD Medan Yang Hadir Dan Tinjau Lokasi Pedagang Pasar Aksara Baru

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:57 WIB

Apresiasi Bang Bhoy Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kota Medan Terhadap Ketua DPRD Medan Yang Peduli Terhadap Pedagang Saat Tinjau Lokasi Pasar Aksara Baru

Tajuk Populer