Gelombang Ketegangan di Timur Tengah: Jalur Energi Diserang, Dukungan untuk Palestina, Jalur Pelayaran Terancam

- Penulis Berita

Minggu, 13 September 2026 - 06:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Infografis ini menunjukkan tiga peristiwa utama: serangan jalur pipa minyak di Arab Saudi, ketegangan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, serta pernyataan BRICS di New Delhi. (Dok-Foto Ilustrasi)

Infografis ini menunjukkan tiga peristiwa utama: serangan jalur pipa minyak di Arab Saudi, ketegangan jalur pelayaran di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, serta pernyataan BRICS di New Delhi. (Dok-Foto Ilustrasi)

MAJALAHCEO | Timur Tengah – Ketegangan di kawasan Timur Tengah meluas ke tiga ranah sekaligus dalam beberapa hari terakhir, mengirimkan gelombang kekhawatiran bagi stabilitas energi, diplomasi, dan perdagangan dunia.

Di Arab Saudi, jalur pipa minyak strategis Timur–Barat mengalami kerusakan akibat serangan pesawat nirawak yang berasal dari Irak. Jalur sepanjang 1.200 kilometer ini mampu menyalurkan 4–5% dari pasokan minyak dunia, menghubungkan ladang minyak di Teluk hingga pelabuhan di Laut Merah. Pemerintah Arab Saudi segera menutup sementara operasi untuk pemeriksaan keamanan dan perbaikan; belum ada keterangan kapan aliran akan kembali normal. Harga minyak langsung merespons naik di pasar global.

Di KTT BRICS yang berlangsung di New Delhi, para pemimpin negara anggota mengeluarkan pernyataan bersama yang tegas. Mereka menyatakan dukungan penuh terhadap keanggotaan penuh Palestina di Perserikatan Bangsa-Bangsa, serta menyerukan segera penghentian kekerasan di Jalur Gaza dan pengembalian jalur damai sebagai satu-satunya jalan keluar. Pernyataan ini menjadi sinyal kuat dari kelompok negara berkembang terkait ketegangan yang berlangsung di kawasan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, situasi di perairan Laut Merah makin memanas. Kelompok Houthi dilaporkan memperkuat kendali atas posisi-posisi strategis di sekitar Selat Bab el-Mandeb — jalur pelayaran vital yang dilalui sekitar 12% perdagangan dunia. Penguasaan titik-titik tersebut menimbulkan kekhawatiran baru bagi perusahaan pelayaran internasional, yang kini mulai mengevaluasi kembali rute perjalanan guna menjaga keselamatan kapal dan muatan.

Diplomat berbagai negara kini bergerak mempererat upaya meredakan ketegangan. Namun satu hal yang terlihat jelas: krisis ini tidak lagi menyangkut satu negara atau satu konflik saja, melainkan saling berkaitan dan berdampak langsung pada perekonomian serta kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.***

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang
17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa
Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi
Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis
Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi
CENTCOM: Jalur Pelayaran Selat Hormuz Tetap Aman bagi Kapal Komersial
Prancis Memanas: 110.000 Orang Demo Protes Harga BBM dan Biaya Hidup, Bentrokan Pecah di Kota-kota Besar
Kim Jong-un Kunjungi China Jelang Peringatan Perang Korea, Lewat Jembatan Baru yang Tertunda 12 Tahun

LINI MASA

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:55 WIB

Warga Argentina Jadi Korban Tabrakan Kereta Cepat Spanyol: Satu Tewas, Satu Lagi Masih Hilang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:07 WIB

17 Menit Tanpa Pengawasan: Penyebab Tabrakan Kereta Cepat Spanyol yang Tewaskan 68 Jiwa

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:33 WIB

Iran Menolak Status “Tak Perang Tak Damai” Syarat Pengakhiran Konflik Harus Dipenuhi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Laporan C4ADS: Kerja Sama Militer Rusia–China Meluas ke Produksi Senjata dan Pertukaran Teknologi Strategis

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Pencarian Masih Berlanjut, Tujuh Orang Belum Ditemukan Pasca Gedung Runtuh di Nairobi

TAJUK HARI INI