Majalahceo.id l Medan – Aksi damai Dewan Peduli Negeri (DPN) di depan Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara, Rabu (16/9/2026), berakhir ricuh. Massa yang datang membawa sejumlah tuntutan salah satunya tuntutannya Copot Kepala Sekolah SMAN 1 Kota Medan kecewa setelah Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Alexander Sinulingga, disebut tak kunjung menemui demonstran untuk memberikan penjelasan secara langsung.
Padahal, aksi tersebut merupakan kali kedua DPN mendatangi kantor Disdik Sumut untuk menyampaikan aspirasi.
Situasi kemudian memanas ketika terjadi aksi dorong-mendorong di sekitar pagar kantor. Salah seorang massa DPN dilaporkan terjatuh saat mencoba memanjat pagar dan disebut terdorong oleh salah seorang dari pihak Disdik Sumut.
Akibat insiden tersebut, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Materna guna mendapatkan pertolongan pertama. Peristiwa itu membuat suasana aksi yang awalnya berlangsung damai berubah tegang.
Massa DPN mempertanyakan sikap Kepala Dinas yang tidak bersedia menemui mereka. Menurut massa, kedatangan mereka bukan untuk mencari keributan, melainkan meminta penjelasan atas persoalan yang menjadi dasar aksi. Mereka menilai, ketika masyarakat datang membawa kritik dan tuntutan, pejabat publik semestinya membuka ruang dialog, bukan membiarkan massa menunggu tanpa kepastian.
“Kami datang untuk menyampaikan aspirasi, bukan mencari keributan. Kalau memang tidak ada yang perlu ditakutkan, mengapa Kepala Dinas tidak menemui massa dan memberikan penjelasan?” demikian kekecewaan yang disampaikan massa DPN dalam aksi tersebut.
DPN pun tetap bertahan hingga sore hari meski Alexander Sinulingga tidak kunjung keluar menemui demonstran. Mereka mendesak agar pihak Disdik Sumut tidak menganggap persoalan selesai hanya karena massa akhirnya membubarkan diri. DPN juga meminta insiden jatuhnya massa tersebut dijelaskan secara terbuka, termasuk bagaimana kronologi sebenarnya dan siapa pihak yang terlibat dalam aksi dorong-mendorong.
Aksi yang kembali memanas ini menjadi sorotan karena menyangkut hubungan antara pejabat publik dan masyarakat yang menggunakan haknya untuk menyampaikan pendapat. Pagar kantor seharusnya tidak berubah menjadi pagar komunikasi. DPN menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka dan meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumut memberikan jawaban terbuka atas aspirasi serta insiden yang terjadi dalam aksi tersebut. Hingga berita ini disusun, pihak Alexander Sinulingga maupun Disdik Sumut belum memberikan keterangan langsung mengenai insiden tersebut.
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.