Majalahceo.id l Medan – Dewan Peduli Negeri dan Aliansi Masyarakat Tolak Makan Bergizi Gratis (AMTOL MBG) SPPG Sunggal 2 Kota Medan menggeruduk Kantor KPPG Kota Medan, Rabu (16/6/2026)
Adapun Tuntutan DPN dan AMTOL MBG antara lain :
BGN :
1.Meminta BGN melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur dapur yang menjalankan program di wilayah Medan dan Sumatera Utara.
2.Meminta dilakukan perbaikan menyeluruh terhadap dapur-dapur yang diduga belum memenuhi SOP dan ketentuan yang telah ditetapkan.
3.Meminta BGN memperketat pengawasan terhadap operasional dapur, terutama menyangkut kebersihan, keamanan pangan, kelayakan fasilitas dan keselamatan
kerja.
4.Meminta seluruh dapur menjalankan pekerjaan sesuai SOP dan standar yang
berlaku.
5.Meminta dilakukan evaluasi terhadap pihak-pihak yang apabila berdasarkan
pemeriksaan terbukti lalai dalam menjalankan SOP.
6.Meminta pengawasan dan evaluasi juga dilakukan terhadap dapur-dapur yang berada di wilayah Aceh.
7.Meminta BGN membuka ruang komunikasi dan transparansi kepada masyarakat serta elemen masyarakat yang melakukan fungsi kontrol sosial terhadap pelaksanaan program dapur.
8.Meminta Siswa di berikan jaminan dan kompensasi apabila ada korban keracunan dari SPPG dan BGN
Tampak T.M Yusuf Johan Merdeka, Reza Nasution, Rahmadsyah bergantian melakukan orasi.
Rahmadsyah dalam orasinya Donal Gagal dalam menyelamatkan uang negara karena gagal melakukan mediasi Konflik antara PIC, Mitra dan Yayasan.
“Kami minta Donal mengundurkan diri atau di copot karena gagal dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya karena masih banyak SPPG yang menyalahi Jukhnis namun masih beroperasi dan gagal dalam menyelesaikan dan menyelamatkan uang negara terkait Konflik PIC, Yayasan dan Mitra SPPG Sunggal 2 Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan,” katanya.
SPPG Sunggal 2 Jalan Puskesmas 1 Gang Jambu Kelurahan Sunggal Kecamatan Medan Sunggal Kota Medan beroperasi tanpa PBG dan dapurnya banjir, tanpa Label halal dan ada temuan tim Tawas namun beroperasi selama tujuh bulan tapi setelah media memviralkan dan ada demo barulah BGN melakukan Suspen sementara ke SPPG Sunggal 2.
“7 bulan KPPG Kota Medan melakukan pembiaran terhadap Pelanggaran Jukhnis dan regulasi, ada apa dengan Donal, apakah ada di duga terima setoran dari mita,” katanya.
Setelah tiga jam berorasi namun Donal Simanjuntak KPPG Kota Medan tak juga menemui massa dengan alasan di Karo dan sempat melakukan dialog melalui Video Call akhirnya massa aksi membubarkan diri.
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.