Gandeng BRIN, Pemkab Tapanuli Tengah Gelar FGD Rancang Strategi Pemulihan Ekonomi UMKM Terdampak Bencana

- Penulis Berita

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pendataan awal dan perumusan penelitian bertajuk “Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi untuk UMKM Terdampak” di Provinsi Sumatera Utara (Dok-Poto)

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pendataan awal dan perumusan penelitian bertajuk “Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi untuk UMKM Terdampak” di Provinsi Sumatera Utara (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Pandan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pendataan awal dan perumusan penelitian bertajuk “Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi untuk UMKM Terdampak” di Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Rabu 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi teknis penelitian mengenai tata kelola pemerintahan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam memetakan kondisi riil pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terdampak bencana alam.

Melalui forum diskusi ini, Tim Peneliti BRIN bersama jajaran perangkat daerah Pemkab Tapteng dan perwakilan instansi terkait berupaya mengidentifikasi dampak bencana terhadap aktivitas usaha masyarakat, kebutuhan pemulihan, serta berbagai potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Tapanuli Tengah, Erman Syahrin Lubis, S.Sos., M.AP., menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada pihak BRIN atas perhatian dan dukungan penuh melalui pelaksanaan penelitian berbasis ilmiah ini.

Ia menjelaskan bahwa bencana alam telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, khususnya para Pelaku UMKM dan koperasi yang menggantungkan pendapatan harian dari kegiatan usaha. Sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Tengah, seperti Kecamatan Tukka, Badiri, Sitahuis, Barus, dan Pandan, mengalami dampak serius yang mengganggu stabilitas perekonomian warga.

Dampak yang disebabkan bencana di Tapteng meliputi kerusakan peralatan usaha, rusaknya persediaan barang dagangan, hingga terhentinya aktivitas operasional di berbagai titik terdampak. Kondisi ini menuntut para pelaku UMKM berjuang keras dalam mempertahankan pendapatan, memenuhi kebutuhan modal, dan memulai kembali roda usahanya.

BACA SELENGKAPNYA:  Kajian Islami MTNI Paguyuban Balad'88 Dorong Penguatan Persaudaraan Antaralumni

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah tidak tinggal diam dalam penanganan bencana. Pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya Pelaku UMKM dan koperasi yang terdampak, menjadi salah satu hal prioritas yang perlu mendapat perhatian bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada BRIN yang telah hadir untuk membantu mengkaji dan merumuskan strategi pemulihan ekonomi bagi masyarakat terdampak,” ujar Erman Syahrin Lubis.

Ia berharap hasil penelitian ini melahirkan langkah-langkah pemulihan yang presisi, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan.

Dalam pemaparan risetnya, Kepala Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa, dan Konektivitas BRIN, Dr. Suci Wulandari, SP., MM., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah yang telah menerima dan memfasilitasi Tim Peneliti dengan sangat baik. Pihaknya mengapresiasi berbagai langkah responsif penanganan bencana yang telah dijalankan Pemkab Tapteng dan siap memberikan dukungan penuh dalam pemulihan ekonomi UMKM.

Dr. Suci Wulandari menekankan pentingnya penyusunan strategi pemulihan ekonomi UMKM yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan, terutama bagi daerah yang rentan bencana hidrometeorologi.

“Bencana tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan infrastruktur, melainkan berdampak langsung pada keberlangsungan usaha, rantai pasok, distribusi barang, akses pasar, serta daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemulihan ekonomi UMKM harus menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana,” ungkapnya.

Penelitian “Desain Strategi Percepatan Pemulihan Ekonomi untuk UMKM Terdampak” ini mengusung empat sasaran utama :

Identifikasi Kerentanan: Memetakan kondisi awal, tingkat kerusakan, dan kerentanan UMKM berdasarkan karakteristik serta jenis bidang usahanya.

Kebutuhan & Pemulihan Usaha : Menggali strategi pemulihan modal, aset, kegiatan produksi, rantai pasok, hingga keberlanjutan usaha (termasuk agribisnis).

Evaluasi Intervensi : Mengidentifikasi bentuk dukungan dan bantuan yang telah disalurkan oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan (stakeholders).

BACA SELENGKAPNYA:  Satgas Citarum Harum Sektor 8 Subsektor Lembang Laksanakan Pendataan Hewan Ternak Sapi 

Tata Kelola & Sinergi Lintas Sektor : Mengkaji peran, perimbangan tanggung jawab, serta koordinasi antarperangkat daerah dalam memperkuat ketahanan UMKM.

Hasil akhir dari riset ini diproyeksikan menjadi rekomendasi kebijakan strategis bagi pemerintah daerah, yang mencakup kemudahan akses pembiayaan, bantuan peralatan kerja, perbaikan infrastruktur penunjang ekonomi, penguatan digitalisasi pemasaran, serta perluasan akses pasar.

Pemkab Tapanuli Tengah optimistis kolaborasi bersama BRIN dapat melahirkan rekomendasi konkret berbasis data akurat (evidence-based policy) untuk menggerakkan kembali roda perekonomian warga. Sektor UMKM memegang peranan krusial sebagai tulang punggung ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, dan sumber utama penghidupan keluarga.

Turut hadir dalam kegiatan FGD yaitu perwakilan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tapteng, jajaran pejabat dan staf Dinas Koperasi dan UKM Tapteng, serta jajaran Tim Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

"Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari" "Follow"

LINI MASA

Dir Binmas Polda Jabar Gelar Jum’at Keliling, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas
Kapolda Jabar Gelar FGD, Cegah Ekstremisme pada Anak Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah
Sebanyak 468 Pelaku UMKM Dari 5 Kabupaten/Kota Ikuti Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana Regional II Sumatera Utara
Korban Kecewa Pelayanan di Polres Madina, Korban Minta Propam Turun Tangan
Bupati Tapanuli Tengah dan Satgas PRR Pusat Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Kecamatan Tukka
Sekdakab Tapanuli Tengah Resmi Menutup Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Se-Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2026
Optimalkan PAD, BPKPAD Tapteng dan Bapendasu UPTD Pependa Pandan Gelar Operasi Gabungan Sadar Pajak
Peringatan Hari Sumpah Pemuda Tapteng: Bupati Masinton Pasaribu Ajak Generasi Muda Pertajam Patriotisme, Kegigihan, dan Empati untuk Pemulihan Daerah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

LINI MASA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Dir Binmas Polda Jabar Gelar Jum’at Keliling, Ajak Masyarakat Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Kapolda Jabar Gelar FGD, Cegah Ekstremisme pada Anak Perkuat Sinergi Keluarga dan Sekolah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Sebanyak 468 Pelaku UMKM Dari 5 Kabupaten/Kota Ikuti Peningkatan Kapasitas Wirausaha Terdampak Bencana Regional II Sumatera Utara

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Korban Kecewa Pelayanan di Polres Madina, Korban Minta Propam Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:58 WIB

Bupati Tapanuli Tengah dan Satgas PRR Pusat Tinjau Percepatan Rehabilitasi Pascabencana di Kecamatan Tukka

TAJUK HARI INI