Kader PKK tingkat kelurahan dan Lingkungan dipaksa kerja lembur untuk merapikan administrasi atau menata lingkungan secara berlebihan dan menunjukan UMKM
Koloborasi Lembaga Investigasi Aktifis dan Media Sumatera Utara (Kolega Sumut) mengatakan Penilaian lomba seharusnya lebih melihat pada kesinambungan program nyata ketimbang kemegahan fisik yang notabenenya tidak sesuai di Lapangan atau dekorasi yang wah”an
“Inovasi warga tidak harus mahal atau “wah”, asalkan konsisten dan langsung membantu kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak Media Fenomena “Lomba PKK Harus Wah” Terjadi di Pemko Medan, Lurah Kepling di buat pusing cari Dananya ini terjadi di Kegiatan PKK di Setiap Kecamatan”. Mantan Ketua PKK Eks Medan Timur yang suaminya masih aktif menjadi camat di Kota Medan, Di Duga, Kerap kali Menekan Lurah” Untuk menyiapkan
Perlombaan Seperti Pesta Rakyat tanpa di pikir Dananya dari mana dn menjamu juri”Makan siang di Restoran Setelah Kegiatan PKk Usai di Nilai.
Di sinilah permintaan ini muncul,dengan Tim juri PKK Kota biasanya Di Duga….Tawar menawar.
Mau minta juara berapa….kepada Ibu PKK kecamatan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya















