Prabu Peduli K3 Sumut Akan Gelar Aksi Demo Atas Lemahnya Pengawasan DK3P Atas Kecelakaan Kerja Di Jalan Cut Mutia

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 01:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MajalahCeo.Id | Medan – Persatuan Buruh Peduli K3 ( Prabu) kembali beringas pasca meninggal nya.Pekerja Truk di kawasan Project megah swasta di Medan – Sumatera Utara.

Persatuan Buruh Peduli K3 Sumatera Utara akan menggelar Aksi Demo atas lemahnya Pengawasan Dewan K3 Propinsi Sumatera Utara yang juga Kadisnaker Sumatera Utara karena gak mampu menciptakan rasa aman dan Perduli k3

Acil Kordinator Aksi mengatakan bahwa Prabu yang baru baru ini mengkampanyekan Sadar K3, Peduli k3 bersama Dirjen PUPR yang di adakan bersama Dinas SDMBK Medan sangat menyayangkan ketidak pedulian Gubernur sumut, dimana seharus nya ini kerja pembantu Gubsu yaitu kadisnaker yang mempunyau kewenangan dalam Pembinaan dan teguran .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kadisnaker sumut yang baru ini .dianggap hanya seperti Pejabat yang gak perduli akan yugas nya. jauh berbeda dengan Kadisnaker sebelumnya yang sangat tanggap dan awarnes K3,
Prabu sumut akan mendesak Gubsu bertanggung jawab atas meninggalnya Pekerja di wilayah kerja yang Lemah K3,” ungkapnya, Rabu (19/1’1’/2025)

Lanjut Acil Prabu sumut juga sangat menyayangkan Dewan K3 yang di belenggu oleh disnaker, dimana seharusnya dapat memudahkan tugas gubernur dan kadisnaker dalam hal edukasi. pengawasan dan menerima keluhan rakyat sumut.

“Prabu menilai mungkin terindikasi kadisnaker dan gubsu lebih tertarik Proyek pelatihan sertifikasi yang sangat menggiurkan.dari pada terjun kampanye keselamatan. akan hal tersebut kami
mendoakan agar para pejabat Sumut yang tidak perduli k3 agar di OTT,” katanya.

Acil juga mengatakan bahwa PRABU Peduli K3 Sumut juga meminta Pemeriksaan tranparan dari Kapoldasu.

Dua oknum petugas keamanan proyek diduga menghalangi tugas jurnalis yang tengah meliput kecelakaan kerja maut di sebuah proyek pembangunan gedung di Jalan Cut Mutia, Kota Medan, Sumatera Utara.

Baca Juga :  Gotong Royong Wujudkan Ketahanan Pangan di Desa Kampung Hilir

Insiden ini terjadi setelah seorang sopir truk bermuatan besi beton tewas tertimpa muatannya sendiri.

Peristiwa bermula ketika jurnalis dari berbagai media sedang merekam suasana pasca kecelakaan kerja yang menewaskan sopir truk pengangkut besi beton. Truk tersebut diketahui digunakan untuk memasok material ke proyek pembangunan gedung parkir milik sebuah restoran mewah di kawasan tersebut.

Namun, dua oknum petugas keamanan proyek tiba-tiba mendatangi jurnalis dan meminta mereka menghentikan peliputan. Dalam rekaman video, terlihat salah satu petugas bahkan menanyakan izin liputan kepada seorang jurnalis televisi yang tengah merekam proses evakuasi truk yang rusak, sementara korban telah dibawa ke rumah sakit terdekat.

Hingga kini, identitas korban dan penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan. Meski begitu, keterangan saksi mata menyebutkan bahwa sopir tewas tertimpa besi beton setelah truk yang kelebihan muatan miring akibat kondisi jalan proyek yang berlumpur. Saat korban keluar dari pintu kemudi, besi-besi tersebut terjatuh dan menimpanya.

“Saat itu jalan licin dan berlumpur, truk miring. Begitu dia buka pintu, besinya jatuh dan menimpa sopir,” ujar Irwansyah, saksi mata.

Anggota DPRD Kota Medan, Komisi IV, Rommy van Boy, menegaskan akan menggelar rapat dengar pendapat dengan memanggil pemilik bangunan.
“Hari ini kita panggil pengembangnya, dan kita akan kupas semua yang menyalahi aturan Perda,” tegasnya.

Rommy juga mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelumnya juga terjadi kecelakaan kerja lain yang menewaskan seorang sopir truk pengangkut besi beton.
“Kemarin saya dapat info, seorang pekerja meninggal dunia akibat mobilnya oleng saat proses menurunkan besi. Mobil terguling dan menimpa sopir hingga tewas terjepit,” ujarnya.

Ketua PAC Pemuda Pancasila Medan Polonia turut meminta kepolisian mengusut tuntas rangkaian kecelakaan kerja yang merenggut nyawa pekerja.

Baca Juga :  PAD "Bocor", Sudah 80 Persen Pembangunan, Komisi 4 Di Minta Sidak Bangunan Mutiara Garden Di Duga Tanpa PBG Kelurahan Madras Hulu, Medan Polonia

Hingga kini, polisi belum melakukan olah TKP, sementara seluruh kegiatan pembangunan di proyek tersebut masih tetap berlanjut meski telah memakan korban jiwa.

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin
Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol
Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre
Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh
Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan
Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Langsung Pembangunan Tanggul Sungai Badiri dan Aek Pintu Bosi Hutanabolon
Wabup Tapteng Buka Acara Monitoring Evaluasi Ikatan Bidan Indonesia
Bupati Tapanuli Tengah Ajak KPPN Sibolga Kolaborasi Tingkatkan Penerimaan Daerah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 09:43 WIB

Refleksi May Day 2026, Di Kota Medan, Buruh Sudah Kerja Keras Tapi Masih Tetap Miskin

Rabu, 15 April 2026 - 13:41 WIB

Lemahnya Pengawasan Dan Penindakan, THM di Kota Medan Banyak Tak Punya Izin Menjual Minol

Rabu, 15 April 2026 - 07:01 WIB

Jelang May Day 2026, AMPIBI Datangi Kadisnaker Medan Minta Bentuk Satgas Perlindungan Buruh, Dewan K3 Dan Call Centre

Selasa, 14 April 2026 - 15:29 WIB

Bupati Tapteng: Musrenbang RKPD Tapteng Momentum Menata Arah Pembangunan yang Lebih Tangguh

Selasa, 14 April 2026 - 13:25 WIB

Percepat Pembangunan Sheetpile, Gubsu dan Bupati Tapteng Tinjau Sungai Aek Tolang dan Sungai Sibuluan

Berita Terbaru