Majalahceo.id l Medan – Kasus Amsal Christy Sitepu sempat mengguncang publik. Ia ditahan selama 131 hari, sebelum akhirnya dibebaskan—sebuah fakta yang memicu pertanyaan besar tentang ketelitian aparat dalam menegakkan hukum.
Namun, jika 131 hari sudah terasa begitu panjang dan menyakitkan, ada fakta yang jauh lebih mencengangkan.
Di kota yang tidak jauh dari lokasi perkara Amsal di Kabupaten Karo, seorang warga bernama Tariq Nabi Mangaratua Batubara justru mengalami nasib yang lebih sunyi—namun dampaknya jauh lebih panjang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia ditahan selama hampir 11 bulan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Belawan, dan diduga tanpa kejelasan proses hukum yang memadai.
Kasus ini berjalan nyaris tanpa sorotan. Tidak menjadi perbincangan nasional. Tidak pula memicu kegaduhan publik—hingga akhirnya, dikarenakan perjuangan Tariq dengan dibantu penasehat hukum, dan orang-orang yang bersimpati, kasus ini perlahan, sangat perlahan, mulai mencuat.
Detensi Panjang, Status Tak Jelas
Beberapa waktu lalu, kepada awak media Tariq menuturkan, peristiwa yang menimpanya ini terjadi 10 Maret 2023 saat seseorang bernama Gulzar Ahmed yang kelahiran Pakistan, melaporkannya kepada Kanwil Kemenkumham (sekarang Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan/Kemenimipas) dengan tuduhan menggunakan nama dan dokumen palsu untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI), tanpa proses undang-undang (UU) meliputi KTP, KK, akta kelahiran, buku nikah dan paspor.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya














