Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan bahwa di antara bentuk kasih sayang kepada sesama muslim adalah berusaha memperbaiki kesalahannya tanpa merusak kehormatannya. Tujuan nasihat adalah perbaikan, bukan pelampiasan atau mencari kepuasan karena melihat kesalahan orang lain.
Namun, menutup aib memiliki batasan. Jika suatu perkara berkaitan dengan kezaliman, hak orang lain, keselamatan masyarakat, atau kewajiban mencegah kemungkaran, maka perkara tersebut harus ditangani dengan cara yang benar dan sesuai syariat. Menutup aib tidak boleh menjadi alasan untuk melindungi kezaliman.
🌱 Pelajaran yang Bisa Diamalkan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
• Jangan menjadikan kesalahan orang lain sebagai bahan gosip atau hiburan.
• Jika mengetahui aib saudara kita, nasihati secara pribadi dan dengan cara yang baik.
• Jangan menyebarkan foto, rekaman, atau cerita tentang kesalahan seseorang tanpa kebutuhan yang dibenarkan.
• Bedakan antara menutup aib dengan menutupi kezaliman.
• Ingatlah bahwa kita pun memiliki aib yang sangat mungkin Allah tutupi dari pandangan manusia.
🤲 Doa
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَاغْفِرْ ذُنُوبَنَا، وَاسْتُرْنَا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
“Ya Allah, tutupilah aib-aib kami, amankanlah kami dari segala ketakutan, ampunilah dosa-dosa kami, dan tutupilah aib kami di dunia dan akhirat.”
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya













