Mengemis Pelayanan, Sulitnya Mencari Keadilan, Korban TPPO Sebut Lurah, Camat dan Kadis DP3APMP2KB Kota Medan Sudah Seperti Raja

- Reporter

Selasa, 30 Desember 2025 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id | Medan – Nezza Safitri orang tua Korban TPPO merasakan “Negara tak hadir” saat dirinya butuh perlindungan

Nezza mengatakan perlindungan korban sering tidak menyeluruh, terutama dalam pemulihan pasca-pemulangan (psikologis, ekonomi), penegakan hukum yang lambat (terutama TPPO siber), kurangnya kerja sama Lurah, Camat dan Dinas untuk menangani pelaku TPPO, serta regulasi yang perlu diperbarui sesuai modus kejahatan baru (penipuan online).

“Meskipun ada UU TPPO (UU No. 21/2007) dan komitmen pemerintah, implementasi perlindungan korban di setiap siklus kejahatan (pencegahan, penindakan, pemulihan) namun saya merasa Pemko Medan tidak hadir secara efektif dan komprehensif,” ungkapnya, Selasa (30/12/2025).

Lanjut Neza mengatakan bahwa dirinya bersama Tim Koloborasi Investigasi Lembaga dan awak Media sudah mendatangi Lurah Tegal Sari II, dan Camat Medan Area dan Kadis namun tidak mendapatkan pelayanan dan perlindungan

“Aparatur birokrasi sudah seperti raja mereka minta dilayani tapi kami yang mengemis minta pelayanan, mereka bisa buat acara di hotel ditengah efisiensi anggaran,” katanya

Sebelumnya, Beberapa Perwakilan Lembaga Investigasi Seperti Forum Aksi Bersama Rakyat Sumatera Utara, LSM Penjara Indonesia Sumatera Utara, Gabungan Awak Media Medan Bersatu (GAMMB) melepas keberangkatan Aktifis Nasional Saharuddin ketua Umum Komunitas Sedekah Jum’at (KSJ) dan koordinator Nasional Gerakan Rakyat Berantas Korupsi (Gerbrak) untuk menindak lanjuti pernohonan pendampingan korban TPPO atas nama Nabila Aisyah, Selasa (30/12/2025).

Awaluddin Harahap bersama Rahmadsyah,Taufik Hidayat Aktifis yang tergabung dalam Kolaborasi Lembaga Investigasi Advokasi Dan Awak Media Nezza Syafitri Nasution Orang Tua Korban TPPO mengatakan aksn berkordinasi dengan Satgas Perlindungan dan Perempuan Anak (PPA) Kota Medan maupun Sumatera Utara

“Bagi bagi tugas bang, kami Di Medan dulu nanti kami nenyusul Bang Saharuddin setelah menyiapkan seluruh adminitrasi di sini,” ungkapnya, Selasa (30/12/2025)

BACA SELENGKAPNYA:  Wakil Bupati Tapteng Hadiri Pisah Sambut Kapolres Tapteng

Nezza Safitri Nasution mengatakan bahwa Minggu Malam Sekitar Jam 21.38 Wib (6/7/2025),anak kandungnya korban TPPO (Nabila Aisyah) dan sherlock lokasi kejadian Serta nomor WhatsApp diduga korban penyekapan.

Adapun dua Wanita Yang masih bawah umur diduga korban, yakni sdr.Nabila Aisyah (17), dan sdr.Nia Permata Sari Simatupang (18).

Nabila Aisyah (17) mengaku disekap, di tipu dalam hal dipekerjakan ke tempat hiburan malam yang sebutan cafe remang² dan disuruh untuk menggunakan baju Sex sambil disuruh melayani tamu para laki-laki hidung belang, di sebuah usaha cafe remang² milik Ririn tersebut yang berada di wilayah lipat kain kecamatan kampar kiri kabupaten Kampar provinsi Riau.

Kemudian, Nabila Aisyah (17) membenarkan dan menjelaskan kejadian tersebut kepada Athia wartawan dan mengaku ada lagi korban lainnya kerabatnya an. Nia Permata Sari Simatupang (18), sambil memohon untuk diselamatkan malam itu, Minggu (6/7/2025).

Saya sudah lolos dari cafe remang-remang milik Ririn dan Saya sedang perjalanan, kalau kawanku Nia Permata sari masih belum lolos, tolong bantu ya pak kasihan dia dikurung tadi, kami pun sempat disekap oleh dua orang laki-laki dan perempuan kalau perempuan namanya Yesi dan laki-laki bernama Brayan. Dan Ini nomor WA kawanku mohon bantu selamatkan ya pak ; keluhnya Nabila Aisyah pada malam itu, Minggu 6/7/2025

Lebih lanjut awak media melalui nomor WA Nia Permata Sari, juga membenarkan kejadian itu dan menjelaskan ;

Iy Pak, benar perisitiwa itu dan kawan saya sudah lolos setelah ada yang bayar ganti ongkos nya, dan saya masih di cafe remang² ini karena uangku belum ada, nggak dibolehkan pulang saya dari tempat usaha tempat cafe remang2 ini sebelum kubayar juga seperti kawanku.

BACA SELENGKAPNYA:  Korporasi Perusak Lingkungan Dan Penyempitan Aliran Sungai Harus Bertanggung Jawab Atas Kerugian Akibat Banjir di Medan

Kami tidak tau Pak kalau kami dijual agensi untuk bos yang nyarik”kerja di usaha cafe remang2 seperti ini, rupanya kami dijual ke usaha cafe remang2 milik Ririn ini di wilayah lipat kain kec Kampar kiri, awalnya kami tidak tau sebelumnya., jelasnya Nia permata Sari sejak malam itu hingga pagi hari senin 7/7/2025

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

DJP SUMUT 1 Di Duga Kriminalisasi Pers, Takut Segala Kebobrokan Diketahui Masyarakat
Buat Macet, Walikota Medan “Restui” Bangunan Tanpa PBG Di Jalur Hijau Sungai Babura, Warga: Keras Dekingnya!!
DPN Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Tolak Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur
AWAS Bersama DPN Geruduk Kantor DJP Sumut, Teriak Save Busrok Dan Sebut Kebebasan Pers Di Kebiri 
Hari Kebebasan Pers Sedunia Tercederai Di Gedung DPRD Medan, Jurnalis Ini Di Halangi Saat Melakukan Peliputan Di Komisi 3
Tim Cakrawala Dishub Medan Di Pertanyakan, Pungli Merajalela, Parkir Berlapis Di Jalan Nibung Medan Petisah Jadi Sorotan
Emak – Emak Terdampak Tembok City View Datangi DPRD Medan Minta Wong Chun Sen Di Periksa Badan Kehormatan
Program Walikota Medan “Zero Lampu Padam” di Pertanyakan, Pengunjung Resah, Taman Beringin Gelap
Berita ini 13 kali dibaca

Baca Juga

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:46 WIB

DJP SUMUT 1 Di Duga Kriminalisasi Pers, Takut Segala Kebobrokan Diketahui Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 23:51 WIB

Buat Macet, Walikota Medan “Restui” Bangunan Tanpa PBG Di Jalur Hijau Sungai Babura, Warga: Keras Dekingnya!!

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:54 WIB

DPN Geruduk Kantor Gubernur Sumut, Tolak Pemekaran Provinsi Sumatera Pantai Timur

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:40 WIB

AWAS Bersama DPN Geruduk Kantor DJP Sumut, Teriak Save Busrok Dan Sebut Kebebasan Pers Di Kebiri 

Senin, 4 Mei 2026 - 22:15 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia Tercederai Di Gedung DPRD Medan, Jurnalis Ini Di Halangi Saat Melakukan Peliputan Di Komisi 3

Tajuk Populer