Majalahceo.id l Medan – Kontras antara “euforia APEKSI” (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) dan nasib guru honorer yang belum digaji merupakan bentuk ketimpangan sosial yang mencolok di ranah tata kelola pemerintahan.
Euphoria (atau euforia) adalah kondisi emosional yang ditandai dengan perasaan bahagia, gembira, atau sejahtera yang sangat intens dan kadang berlebihan. Kata ini berasal dari bahasa Yunani, euphoros, yang berarti “sehat” atau “berjalan dengan baik”.
Euforia APEKSI ini di tandai dengan masifnya banner dan spanduk yang muncul di Kota Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesenjangan ini memunculkan beberapa sorotan kritis di masyarakat:
Rahmadsyah Aktifis yang tergabung dalam Persatuan Buruh Sumatera Utara mengatakan bahwa Euforia pertemuan yang identik dengan jamuan, rapat, dan proyek mercusuar dinilai berbanding terbalik dengan lambatnya pencairan hak guru honorer.
“Banyak daerah yang beralasan keterlambatan gaji ini diakibatkan oleh kendala regulasi atau proses administrasi yang berbelit, untuk MBG dan Kopdes ada anggaran tapi untuk gaji guru Honorer Kota Medan kok tak ada, Walikota Medan Rico Waas jangan Euforia APEKSi, perhatikan nasib guru di kota Medan,” ungkapnya, Sabtu (22/6/2026)
Lanjut Rahmad, di tengah kebijakan penghapusan tenaga honorer, banyak yang dialihkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu. Ironisnya, di berbagai wilayah, transisi ini justru menyisakan masalah baru karena honor mereka belum terbayarkan selama berbulan-bulan.
“Publik kerap mempertanyakan kepedulian para wali kota atau bupati yang tergabung dalam APEKSI. Kebijakan populis dan seremonial sering kali lebih diutamakan daripada memastikan anggaran pendidikan serta jaminan kesejahteraan guru di daerah masing-masing,” katanya.
Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media,
APEKSI Kota Medan merujuk pada keikutsertaan atau peran Pemerintah Kota Medan dalam Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Melalui keanggotaan ini, Pemko Medan menjadi bagian dari wadah 98 pemerintah kota di Indonesia untuk berbagi inovasi, memperkuat pembangunan, dan membahas isu strategis.
Profil APEKSI di Kota Medan
Status Kepengurusan: Kota Medan tergabung dalam Komisariat Wilayah (Komwil) I.Kepemimpinan: Wali Kota Medan saat ini dijabat oleh Rico Tri Putra Bayu Waas.Alamat Sekretariat: Jl. Kapten Maulana Lubis No. 1, Medan.
Kota Medan menjadi tuan rumah dari acara akbar Rakernas XVIII APEKSI.
Tanggal Pelaksanaan: 28 Juni hingga 4 Juli 2026.
Tema Utama: “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat”.
Rangkaian Kegiatan: Meliputi Rapat Kerja, Karnaval Budaya, Youth City Changers (YCC), dan pameran Indonesia City Expo (ICE).
















