Majalahceo.id l Medan – Di tengah situasi ekonomi yang sulit dan lonjakan harga pangan, Dua Aktifis Kota Medan, Bang Bhoy dan Rahmadsyah akan menggelar Mimbar Orasi rakyat Menjerit menjadi wadah krusial untuk menyuarakan aspirasi, keluh kesah, serta tuntutan masyarakat secara terbuka dan akan di gelar di Car Free Day Kota Medan, serta pembagian sarapan bubur gratis.
Bang Bhoy Ketua LSM Penjara Indonesia Kota Medan di dampingi Rahmadsyah mengatakan bahwa Poin Utama dalam kegiatan Mimbar Orasi Rakyat Menjerit dikarenakan beban hidup Meningkat
‘Kenaikan harga bahan pokok (seperti beras, minyak goreng, dan cabai) yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan masyarakat serta desakan kepada pemerintah untuk mengendalikan inflasi, memberantas mafia pangan, dan menjaga stabilitas harga di pasar, menjadi tema utama dalam Mimbar Orasi Rakyat Menjerit” ungkapnya, Selasa, (22/4/2026)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lanjut Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah mengatakan bahwa permintaan agar program bantuan sosial (bansos) disalurkan secara tepat sasaran tanpa adanya politisasi atau korupsi, serta desil yang menghancurkan masyarakat
“Mimbar Orasi Rakyat Menjerit adalah bentuk kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang untuk mengingatkan pembuat kebijakan, Hari ini kita berkumpul bukan untuk mengeluh, tapi menuntut hak paling dasar: isi piring yang terjangkau!”, katanya.
Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah juga mengatakan bahwa Ibu rumah tangga menangis di pasar, sementara upah buruh dan pekerja mandiri stagnan.
“Dalam Giat Mimbar Orasi Rakyat Menjerit bisa mendapatkan poin solusi secara tegas dan jelas kepada pemangku kebijakan, kami menuntut operasi pasar yang jujur, subsidi tepat sasaran, dan penurunan harga pokok sekarang juga, Panjang umur perjuangan rakyat!, Mari kawal suara ini dengan damai dan bermartabat!”,’ ujarnya.
Dalam Keterangan Persnya Bang Bhoy di dampingi Rahmadsyah mengayakan bahwa penyampaian aspirasi di muka umum di Indonesia dilindungi oleh UU No. 9 Tahun 1998., dirinya berharap mimbar orasi berjalan efektif dan mendapat simpati publik, dan dirinya akan memastikan aksi dilakukan secara damai, menjaga fasilitas umum, serta mematuhi prosedur pemberitahuan kepada pihak berwajib.
“Dimana peran pemerintah pusat dan daerah ketika masih ada nya kaum dhuafa ibu dan anaknya tidur di emperan toko, fakir miskin anak jalanan pengemis pengamen yang susah makan dan susah untuk mendapatkan pendidikan, banyaknya CSR perusahaan yang kita tidak ketahui kemanah arah yang dibagikan,” pungkasnya.
















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.