Afandi Demokrat, Terima Massa Aksi Hak Interpelasi Terhadap Wali Kota Rico Waas 

- Jurnalis

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Majalahceo.id l Medan – Gelombang ketidakpuasan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Medan akhirnya pecah. Ratusan Massa Kumpulan Aktivis Peduli Negri menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Gedung DPRD Kota Medan, menuntut ketegasan lembaga legislatif atas rapor merah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas.

Massa menilai DPRD Kota Medan selama ini terkesan pasif dan seolah “tutup mata” terhadap berbagai persoalan krusial yang melilit Kota Medan setahun terakhir.

Koordinator Aksi, Azwar Siregar, dalam orasinya menegaskan bahwa arah pembangunan di bawah nakhoda Rico Waas tidak memiliki progres yang jelas dan terukur. Ia menyebut masyarakat sudah jenuh dengan janji-janji tanpa realisasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Masyarakat butuh hasil nyata, bukan sekadar narasi dan janji manis. Kami mendesak transparansi! Buka secara gamblang apa capaian kinerja dan program prioritas yang benar-benar menyentuh rakyat,” teriak Azwar lantang di Depan Gedung DPRD Medan, Senin (27/4/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan enam tuntutan utama yang dianggap sebagai kegagalan Pemko Medan dalam menjalankan roda pemerintahan:

• Hak Interpelasi: Mendesak DPRD Medan segera memanggil Wali Kota Rico Waas untuk dimintai keterangan resmi.

• Kejelasan Arah Pembangunan: Mempertanyakan progres fisik dan non-fisik Kota Medan selama satu tahun terakhir.

• Transparansi PAD: Mendesak akuntabilitas tata kelola keuangan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

• Kinerja Birokrasi: Menyoroti lambannya penempatan pejabat strategis dan lemahnya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

• Polemik Limbah Daging Non-Halal: Meminta klarifikasi terkait SE Nomor 500.7.1/1540 yang dinilai memicu kegaduhan sosial.

• Infrastruktur & Layanan Publik: Mendesak percepatan pembangunan fisik yang berdampak langsung pada warga.

Selain masalah infrastruktur, massa menyoroti “leletnya” roda pemerintahan. Banyaknya posisi pejabat strategis yang dibiarkan kosong dianggap menjadi penghambat utama pelayanan publik.

SELENGKAPNYA:  Apel Pagi Gabungan, Plt Kadis PP Dan KB Tapteng : Mari Kita Tingkatkan Disiplin

Tak hanya itu, kebijakan Surat Edaran (SE) Nomor 500.7.1/1540 tentang pengelolaan limbah daging non-halal turut menjadi sasaran kritik.

“Inilah kebijakan ini dianggap sebagai bukti lemahnya sensitivitas pemerintah terhadap dinamika sosial di Medan yang multikultural, sehingga memicu polemik yang tidak perlu di tengah masyarakat,” ucap Azwar.

Aksi massa ini diterima langsung oleh anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Afandi Harahap. Di hadapan massa, ia berjanji akan meneruskan aspirasi tersebut kepada pimpinan dewan.

“Terima kasih atas masukannya. Sebagai orang baru di sini, ini menjadi pelajaran bagi saya, dan akan segera saya sampaikan kepada pimpinan,” ujar Ahmad Afandi menenangkan massa.

Terkait surat tuntutan yang telah dilayangkan, ia memastikan akan ada tindak lanjut dalam waktu dekat.

“Ya, nanti segera kita koordinasikan lagi terkait surat balasan yang sudah abang-abang masukkan,” pungkasnya.

Pantauan di lokasi, aksi berlangsung cukup panas namun tetap terkendali dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Massa mengancam akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka untuk memanggil Wali Kota tidak segera dipenuhi.

Tinggalkan Balasan

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Kabid Satpol PP “ALBENA” Diduga Bertindak Arogan, Masa Aksi dan Satpol PP Keos Di Kantor Walikota Medan
Wakil Bupati Tapanuli Tengah Irup Hari Otonomi Daerah, Tekankan Peningkatan Transparansi Serta Akuntabilitas
Satpol PP Kota Medan Tak Berani Pasang Segel Bangunan Tanpa PBG Di Titi Kuning, Afandi Terima Massa Aksi
Rico Waas Belum Layak Terima Penghargaan Good Governance, Gurunya Masih Gegana, Kadisnakernya Masih PLT
Sufri Hidayat Laporkan Kepala BWSS II Ke Kejatisu Terkait Dugaan Korupsi Proyek Pengendalian Banjir Sungai Bederah Deli Serdang
Penegakan Perda Tajam Ke PKL tapi Tumpul ke Bangunan/Komplek Di Duga Tanpa PBG, Ketua Bhoy: Copot Kasatpol PP Kota Medan
Warga Keluhkan Pungli Parkir Car Free Night Rp 5 ribu di Kesawan, Keberadaan Tim Cakrawala Dishub Medan Di Pertanyakan
Kemensos Salurkan Rp. 56.488.000.000 Dana Stimulan Isi Hunian Dan Bantuan Pemulihan Ekonomi Kepada 7.061 KPM di Tapanuli Tengah

Baca Juga

Senin, 27 April 2026 - 16:07 WIB

Kabid Satpol PP “ALBENA” Diduga Bertindak Arogan, Masa Aksi dan Satpol PP Keos Di Kantor Walikota Medan

Senin, 27 April 2026 - 14:13 WIB

Wakil Bupati Tapanuli Tengah Irup Hari Otonomi Daerah, Tekankan Peningkatan Transparansi Serta Akuntabilitas

Senin, 27 April 2026 - 13:46 WIB

Afandi Demokrat, Terima Massa Aksi Hak Interpelasi Terhadap Wali Kota Rico Waas 

Senin, 27 April 2026 - 13:19 WIB

Satpol PP Kota Medan Tak Berani Pasang Segel Bangunan Tanpa PBG Di Titi Kuning, Afandi Terima Massa Aksi

Minggu, 26 April 2026 - 14:31 WIB

Rico Waas Belum Layak Terima Penghargaan Good Governance, Gurunya Masih Gegana, Kadisnakernya Masih PLT

Tajuk Terhangat