MAJALAH CEO | SUKABUMI – Upaya meningkatkan kualitas demokrasi melalui peran generasi muda terus diperkuat. Dalam kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Sukabumi bersama Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan (Herigun) mengajak pemuda menjadi pemilih cerdas, kritis, dan berintegritas dalam setiap proses demokrasi.
Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Yandra Santosa, menegaskan bahwa generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Berdasarkan data kepemiluan, sekitar 60 persen pemilih berada pada rentang usia 17 hingga 40 tahun, sehingga suara pemuda menjadi kekuatan utama dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional.
“Pemuda hari ini adalah pemilik masa depan bangsa. Dengan porsi sekitar 60 persen suara pemilih, arah demokrasi Indonesia berada di tangan generasi muda. Karena itu, kita harus mengusung semangat Pemuda Negarawan, yaitu pemuda yang tidak berpikir pragmatis, melainkan memiliki visi jangka panjang demi kepentingan bangsa dan negara,” ujar Yandra.
Menurutnya, pemuda tidak boleh terjebak dalam praktik politik transaksional maupun kepentingan sesaat. Sebaliknya, generasi muda harus mengedepankan integritas, tanggung jawab, dan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Heri Gunawan dalam sesi dialog interaktif menyoroti pentingnya komitmen dan konsistensi bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia politik praktis, khususnya sebagai calon legislatif pada masa mendatang.
Menjawab pertanyaan peserta terkait tantangan yang dihadapi caleg muda, Heri menekankan bahwa langkah pertama yang harus dimiliki adalah niat yang kuat serta tujuan yang jelas dalam mengabdi kepada masyarakat.
“Ketika seseorang memutuskan untuk maju menjadi calon legislatif, yang paling penting adalah niat, komitmen, dan konsistensi. Setelah mengambil keputusan, kita harus setia pada tujuan tersebut dan terus hadir di tengah masyarakat,” kata Heri.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan dalam kontestasi politik tidak semata ditentukan oleh besarnya modal finansial, tetapi juga oleh kedekatan dan hubungan emosional yang dibangun bersama masyarakat. Karena itu, caleg muda didorong untuk aktif turun langsung ke daerah pemilihan, menyapa warga secara rutin, memahami persoalan masyarakat, serta menunjukkan kepedulian nyata melalui kerja-kerja sosial yang berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, para peserta dari kalangan pemuda juga mengangkat berbagai isu strategis terkait demokrasi, mulai dari partisipasi pemilih, fenomena golongan putih (golput), hingga tantangan penyebaran hoaks dan disinformasi di era digital.
Menanggapi hal itu, KNPI Kabupaten Sukabumi menegaskan empat peran utama pemuda dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas, yakni menjadi pemilih cerdas (smart voters), mengawal jalannya demokrasi, menangkal hoaks dan informasi menyesatkan, serta menjadi penggerak partisipasi masyarakat.
Selain itu, Heri Gunawan menegaskan bahwa Komisi II DPR RI terus berkomitmen mengawal integritas dan profesionalisme penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu, agar seluruh tahapan pemilu berjalan jujur, adil, transparan, dan akuntabel.
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi muda yang memiliki kesadaran politik tinggi, mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab, serta menjadi pelopor demokrasi yang sehat, bermartabat, dan berorientasi pada kepentingan bangsa.
DPD KNPI Kabupaten Sukabumi juga menegaskan komitmennya untuk terus membangun konsolidasi dan kolaborasi kepemudaan guna memperkuat pendidikan politik masyarakat serta menciptakan iklim demokrasi yang partisipatif dan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.***











