Bupati Tapanuli Tengah Lantik 71 Kepala Sekolah: Tekankan Inovasi, Kebersihan, dan Pengelolaan Dana BOS

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Masinton Pasaribu, SH, MH, resmi melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru fungsional sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dok-Poto)

Masinton Pasaribu, SH, MH, resmi melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru fungsional sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah (Dok-Poto)

MajalahCeo.id I Tapteng (Sumut) – Sorkam Barat – Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, SH, MH, resmi melantik dan mengambil sumpah janji penugasan terhadap 71 guru, kepsek  SMP 10 orang, kepsek SD 60 orang, kepsek TK 1 orang, fungsional sebagai Kepala Sekolah di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tapanuli Tengah. Acara pelantikan ini berlangsung khidmat pada Jumat, 10 Juli 2026, bertempat di SMP N 1 Sorkam Barat. Agenda penting tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Tapanuli Tengah Nomor 530/BKPSDM/2026.

Bupati Masinton dalam amanatnya menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar penyerahan Surat Keputusan (SK) atau pemenuhan jabatan administratif semata.

“Jabatan kepala sekolah merupakan amanah kepemimpinan besar yang menuntut integritas, keteladanan, dedikasi, serta keberanian dalam mengambil keputusan demi kemajuan pendidikan,” kata Masinton Pasaribu. Bupati juga meminta seluruh kepala sekolah meninggalkan pola kerja lama dan mulai menghadirkan inovasi baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bupati menggarisbawahi bahwa pembentukan karakter dan moral (adab) peserta didik merupakan tugas utama seorang kepala sekolah. “Ilmu pengetahuan yang tinggi akan kehilangan arah jika tidak dibarengi dengan fondasi karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, gotong royong, serta budaya lokal Sahata Saoloan harus ditanamkan secara konsisten di lingkungan sekolah,” ungkap Bupati Tapanuli Tengah.

Menghadapi era disrupsi teknologi yang berkembang sangat cepat, Bupati Tapanuli Tengah menegaskan agar kepala sekolah dituntut untuk menjadi pemimpin pembelajaran yang adaptif. Mereka harus membimbing para guru agar terus meningkatkan kompetensi dan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Setiap ruang kelas harus bertransformasi menjadi tempat belajar yang menyenangkan serta memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam hak pendidikan.

BACA SELENGKAPNYA:  DisParw Kota Medan Sidak THM Cube, Kolega Minta Salomo Pardede Putuskan Kontrak Diduga Sarang Narkoba dan Terjadi Pelanggaran Perda

Sektor kebersihan lingkungan sekolah mendapat perhatian khusus dari Bupati, yang menargetkan seluruh sekolah menjadi bersih, hijau, sehat, dan nyaman dalam 100 hari ke depan. Terlebih sebagai daerah rawan bencana, anak-anak sejak dini harus dikenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian alam sekitar. Kebersihan seluruh fasilitas, termasuk toilet sekolah, dinilai mencerminkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah tersebut.

Untuk mendorong budaya bersih ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah akan mengadakan Lomba Sekolah Bersih dengan berbagai penghargaan menarik. Bupati juga mengajak pihak sekolah memperbanyak penghijauan lewat penanaman pohon dan pembuatan taman. Gerakan ini diharapkan melibatkan kolaborasi aktif dari guru, peserta didik, komite sekolah, hingga masyarakat sekitar.

Terkait aspek tata kelola keuangan, Bupati memberikan peringatan keras agar tidak ada penyalahgunaan wewenang maupun praktik pungutan liar. Segala bentuk pemotongan anggaran atau pungutan yang mengatasnamakan kepala daerah atau pejabat dipastikan sudah berakhir. Para kepala sekolah diminta menjadi pemimpin yang tulus melayani, ramah, terbuka, serta mampu memberikan energi positif.

Secara khusus, Bupati menginstruksikan agar Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola secara otonom, transparan, dan bertanggung jawab. Dana tersebut harus sepenuhnya dialokasikan untuk merawat fasilitas sekolah, menjaga kebersihan, serta melengkapi sarana belajar siswa. Masinton Pasaribu berkomitmen untuk menghentikan praktik pemotongan Dana BOS yang kerap menghambat pembangunan fisik sekolah.

Sebagai langkah konkret, Bupati menetapkan target capaian yang wajib dituangkan dalam Rencana Aksi 100 Hari Pertama oleh masing-masing kepala sekolah. Target tersebut meliputi pelaksanaan Gerakan Membaca 15 Menit sebelum jam pelajaran untuk meningkatkan literasi, serta perwujudan sekolah ramah anak yang aman dari perundungan (bullying), kekerasan, maupun tindakan diskriminasi.

Di akhir bimbingannya, Bupati mengingatkan bahwa keberhasilan seorang kepala sekolah diukur dari perubahan nyata yang diwujudkan di lapangan, bukan dari lamanya masa menjabat. Dinas Pendidikan bersama Pengawas Sekolah akan melakukan evaluasi berkala secara langsung ke lapangan demi memantau perkembangan Rencana Aksi tersebut. Ia mengajak seluruh kepala sekolah bersatu membangun masa depan generasi Tapanuli Tengah yang cerdas dan berkarakter mulia.

BACA SELENGKAPNYA:  AMPIBI Akan Gelar Aksi Demo Mempertanyakan: Ada Apa Rico Waas Akan Mengubah P3K Menjadi Outsourcing

Turut hadir para Staf Ahli Bupati Tapanuli Tengah, para Asisten Setdakab Tapanuli Tengah, dan Pimpinan OPD Tapanuli Tengah Tokoh Agama dan tamu undangan lainnya .

Komentar ditutup.

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Baca Juga

Demi Ambisi Tembok City View, Rico Waas Abaikan Rekomendasikan DPRD Kota Medan, Biarkan Warga Terdampak Bertahun Tahun Menderita
Lemahnya Tata Kelola, Pengawasan, Pencegahan Dan Mitigasi, Kebakaran Hutan Di Kalimantan Tak Terkendali, DPN Minta Menhut Mundur
Carut Marut Internal PUD Pasar Dan Tata Kelola Pasar, FPPTKM Akan Gelar Aksi Demo Minta Evaluasi dan Copot Dirut PUD Pasar
Proyek Drainase CV. Bukit Seribu Bintang Abai K3, Pemko Medan Di Minta Tunda Atau Tidak Membayarkan Proyek
Langgar Aturan Tata Ruang, Satpol PP Di Minta Segel Alih Fungsi Bangunan Tanpa PBG Rumah Tinggal Menjadi Dapur SPPG Sunggal 2
Ibu Miskin Di Petisah Tengah Tak Dapat Bantuan Lansia, Sementara Ketua DPRD Medan Penumpukan Fasilitas, Dua Mobil Dinas Ketimpa Pohon
Kecelakaan Kerja Masih Tinggi, Balai K3 Medan Turun Tangan Periksa 9 Perusahaan
Dinsos Diminta Bertanggung Jawab, Jangan Biarkan Program Bantuan Pusat Gaduhkan Daerah

Baca Juga

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Demi Ambisi Tembok City View, Rico Waas Abaikan Rekomendasikan DPRD Kota Medan, Biarkan Warga Terdampak Bertahun Tahun Menderita

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:05 WIB

Lemahnya Tata Kelola, Pengawasan, Pencegahan Dan Mitigasi, Kebakaran Hutan Di Kalimantan Tak Terkendali, DPN Minta Menhut Mundur

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:57 WIB

Carut Marut Internal PUD Pasar Dan Tata Kelola Pasar, FPPTKM Akan Gelar Aksi Demo Minta Evaluasi dan Copot Dirut PUD Pasar

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Proyek Drainase CV. Bukit Seribu Bintang Abai K3, Pemko Medan Di Minta Tunda Atau Tidak Membayarkan Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:08 WIB

Langgar Aturan Tata Ruang, Satpol PP Di Minta Segel Alih Fungsi Bangunan Tanpa PBG Rumah Tinggal Menjadi Dapur SPPG Sunggal 2

Tajuk Populer

Artikel

Keutamaan Menutup Aib Seorang Muslim

Senin, 24 Agu 2026 - 06:13 WIB

Peresmian tersebut menjadi momentum penting bagi LEPAS untuk mendekatkan produk, teknologi dan layanan purnajual kepada masyarakat Sumatera Utara, (Dok-Foto)

Ekonomi

LEPAS, Memperkuat Kehadirannya di Pasar Otomotif Indonesia

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:38 WIB