Majalahceo.id l Medan – Beberapa waktu yang lalu Dewan Peduli Negeri melakukan Aksi Demo ke Dinas Pendidikan Sumatera Utara, salah satu tuntutan mereka adalah Copot Elfi SaharaKepala Sekolah SMAN 1 Kota Medan.
Berdasarkan Informasi yang di himpun Tim Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS), Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Dugaan Pungli SPP di SMA Negeri Satu Jalan T. Cik Di Tiro berkedok sumbangan di bawah kepemimpinan Elfi Sahara Kepala Sekolah.
Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera (AWAS) mengatakan dirinya pernah mau konfirmasi ke Kepala Sekolah namun tidak bisa di jumpai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ada Catatan temuan dari Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) antara lain :
1.Pembukaan rekening siswa SMAN Satu Medan yang tidak melibatkan orang tua siswa padahal berdasarkan berdasarkan regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai penerapan prinsip Know Your Customer (KYC) dan perlindungan konsumen, anak di bawah usia 17 tahun dan belum memiliki KTP tidak dapat membuka rekening bank secara mandiri. Pembukaan rekening wajib diketahui, disetujui, dan diwakili oleh orang tua atau wali resmi.
2.Adanya dugaan perampasan kemerdekaan berekspresi yang disertai perundungan (bullying) verbal yang di duga di lakukan oleh Kepala Sekolah yang merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak yang dapat menimbulkan trauma psikologis mendalam, penurunan prestasi akademik, hingga gangguan kecemasan akut pada siswa.
Ketika lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat aman (safe space) justru menjadi sumber tekanan, diperlukan tindakan intervensi yang cepat dan terstruktur.
3.Pertukaran Pelajar di SMAN 1 Medan di duga bukan karena prestasi tapi karena relasi dan pemodal
4.Tidak Ada Transparansi Aliran Dana Kutipan Sumbangan kemana aja ke Publik dan Orang tua Murid
5.Lemahnya pengawasan sekolah sering kali menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan oleh remaja untuk terjerumus ke dalam lingkaran geng motor hingga berujung pada jeruji besi.
Fenomena ini merupakan masalah kompleks yang membutuhkan evaluasi menyeluruh dari berbagai sisi.
6.Keberadaan kutipan SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) atau iuran wajib di sekolah negeri meskipun sudah ada dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) pada dasarnya menyalahi aturan karena sekolah negeri di gratiskan oleh negara dan Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG) yang digagas oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, saat ini sudah resmi berjalan dan menggratiskan biaya sekolah (SPP) untuk tingkat SMA, SMK, dan SLB Negeri di wilayah Sumatera Utara.
Awak media mencoba mendatangi sekolah untuk melakukan konfirmasi ke Kepala Sekolah SMAN 1 Medan, namun tidak berada di tempat dan mengirim pesan WA juga tak di balas.

















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.