Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas

- Penulis Berita

Minggu, 13 September 2026 - 08:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🤝 Ayo Dukung Wartawan Kritis dan Obyektif
+ Dukung

Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas (Dok-Foto)

Proyek di Simpang Juanda Abai K3 Dan Tak Ramah Lingkungan, Disnaker Sumut dan Pemko Medan Di Minta Tindak Tegas (Dok-Foto)

Majalahceo.id l Medan – Awak media menemukan “proyek abai K3 dan tak ramah lingkungan” di Simpang Juanda Kecamatan Medan Maimun Kota Medan.

Tim Aliansi Wartawan Sumatera Utara (AWAS) menemukan sebuah proyek konstruksi yang tidak menerapkan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta prinsip pelestarian lingkungan.

Rahmadsyah Ketua Aliansi Wartawan Sumatera mengatakan dirinya meminta Disnaker Sumut dan Pemko Medan bertindak tegas atas bangunan Abai K3 dan tidak ramah lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“AWAS minta Pemko Medan melakukan penindakan terhadap bangunan Abai K3 dan tidak ramah lingkungan di Simpang Juanda Kecamatan Medan Maimun Kota Medan,” Minggu (13/9/2026)

Berdasarkan Informasi yang di himpun awak media, dalam konteks hukum, regulasi, dan keberlanjutan, kondisi ini biasanya dikategorikan sebagai pelanggaran regulasi berat, praktek konstruksi yang tidak berkelanjutan (unsustainable construction), atau proyek berisiko tinggi (high-risk project).

Berikut adalah rincian dampak, risiko hukum, dan indikator dari proyek yang abai K3 serta merusak lingkungan:

⚠️ Indikator Proyek Abai K3 & Lingkungan

Pelanggaran K3: Pekerja tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD), area kerja tidak steril, tidak ada rambu peringatan, jam kerja ekstrem, dan tingginya angka kecelakaan kerja (near-miss hingga fatality).

Pelanggaran Lingkungan: Membuang limbah B3 sembarangan, menyebabkan polusi udara/suara ekstrem, memicu erosi atau banjir di area sekitar, dan tidak memiliki dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) atau UKL-UPL.

🛑 Dampak dan Risiko Hukum di IndonesiaJika sebuah proyek terbukti mengabaikan kedua aspek vital ini, mereka dapat dikenakan sanksi berat berdasarkan hukum yang berlaku di Indonesia:

AspekDasar Hukum

Risiko & Sanksi
K3 (Keselamatan & Kesehatan Kerja) UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja & UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan•

Penghentian sementara proyek•

Denda material•

Pencabutan izin usaha•

Sanksi pidana jika menyebabkan kematian

Lingkungan Hidup

UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH)•

Pembekuan/pencabutan izin lingkungan•

Denda miliaran rupiah•

Penjara bagi penanggung jawab proyek📉

Kerugian Bagi Pemilik Proyek

Selain sanksi hukum, proyek seperti ini biasanya akan menghadapi:

Boikot dan Protes: Penolakan keras dari warga sekitar dan aktivis lingkungan.

Kerugian Finansial: Pembengkakan biaya akibat denda, ganti rugi kecelakaan, atau rekonstruksi lahan yang rusak.

Kerusakan Reputasi: Investor dan mitra bisnis akan menarik diri karena dinilai tidak memenuhi kriteria Environmental, Social, and Governance (ESG).

Follow WhatsApp Channel majalahceo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

LINI MASA

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik
UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah
Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG
Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan
Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa
Di Duga Abai K3, Disnaker Sumut Dan Dewan K3 Di Minta Periksa Asrama Bidan di Deli Serdang Terbakar, 2 Ruangan di Lantai 4 Hangus
Eks Pimpinan KPK Sebut Ada Peristiwa Pidana Di Lapas “Wah” Cibinong Dan Ada Upaya Penghilangan Barang Bukti
Melawan Lupa, Satpol PP Kota Medan Jangan Main Gusur, Kuliner Pagaruyung Sudah Sesuai Perda Kota Medan No.5 Tahun 2022 Tentang Penetapan Zonasi Aktivitas PKL

LINI MASA

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Apresiasi Kepada Rommy Van Boy Anggota DPRD Medan Tindak Lanjuti Aspirasi Pedagang Kuliner Pagaruyung Little India Kampung Madras, Berikan Solusi Terbaik

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:10 WIB

UMKM Kuliner Pagaruyung, Merasa di Anak Tirikan, Bukannya Di Bina Malah Mau Di Binasakan, Tidak Pernah Di Undang Program Sapa Warga Rico Waas Di Kecamatan Medan Petisah

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Legitimasi Satpol PP Kota Medan Di Pertanyakan, Tajam Kepada Kawasan Kuliner Pedagang Pagaruyung Di Little India Kampung Madras, Tumpul Ke Bangunan Tanpa PBG

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Amran Pedagang Martabak India Muslim Sebut Jangan Gusur Kami, Puluhan Tahun Ida Waas Mamaknya Rico Waas Sering Belanja Ke Kawasan Kuliner Pagaruyung di Medan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:19 WIB

Rencana Kerja Penetapan RKPDes Cimahi 2027, Susun Kegiatan Akhir Masa Jabatan Kepala Desa

TAJUK HARI INI